Material

Kontraktor di Bali

Plus Minus Material Epoxy untuk Lantai

Epoxy lantai ialah salah satu jenis finishing lantai yang paling dipakai untuk tempat komersial dan temoat industry . Bahkan, epoxy lantai pun mulai dilirik sebagai pelapis lantai untuk rumah dan residensial. Namun, seperti seluruh jenis lantai lainnya, epoxy lantai memiliki keunggulan dan kelemahan dalam aplikasinya. Nah, bila kamu mau memakai epoxy lantai, Kami sarankan anda untuk ketahui dulu keunggulan dan kekurangannya agar tidak mengambil keputusan yang salah. Simak ulasannya hingga habis, ya! Apa itu Epoxy Lantai? Sebelum mengaplikasikannya, pastikan anda sudah tahu dulu apa itu epoxy lantai. Epoxy ialah material yang pelapis lantai beton. Biasanya, komposisi epoxy terdiri dari cat epoxy atau resin dan pengeras. Kedua komponen ini kemudian dibaur menjadi suatu cat lantai yang punya penampilan serupa plastik dan kaku, baik transparan ataupun berwarna. Dengan teknologi epoxy lantai, lantai dapat selalu tampak berkilau dan licin. Tidak jarang, epoxy lantai dipakai pada bangunan umum, contohnya restoran, bandara, dan juga pabrik yang hendak menjaga tampilan bersih. Tidak hanya untuk lantai, epoxy juga dapat digunakan pada semua bagian bangunan dari beton, contohnya dinding atau rangka bangunan. Kelebihan Epoxy Lantai Berikut sejumlah kelebihan epoxy lantai yang dapat kamu pertimbangkan untuk area bisnis atau tempat tinggal: Penampilan indah Dibandingkan dengan lantai biasa, epoxy lantai dapat memberikan penampilan yang lebih cerah dan profesional. Inilah yang menciptakan epoxy lantai menjadi kesayangan karena lantai pun jadi tampak lebih licin dan rata. Alhasil, perawatannya pun mudah dengan disapu dan dipel biasa. Harga terjangkau Dibandingkan dengan jenis lantai lain, harga pemakaian epoxy lantai tergolong paling terjangkau. Terutama karena epoxy lantai dapat diaplikasikan langsung sampai-sampai tidak memerlukan proses yang lebih berbelit-belit. Harga menjadi satu kelebihan lantai epoxy yang susah dikalahkan. Daya tahan tinggi Punya resistensi tinggi terhadap zat cair, bahkan minyak, peluntur, dan cairan pembersih, epoxy lantai tidak jarang dipilih sebagai lantai bengkel dan industri otomotif. Di samping tahan zat kimia, epoxy lantai pun tahan terhadap panas. Durabilitas baik Di samping semen konkrit, epoxy lantai mempunyai waktu pemakaian yang lebih lama dibanding jenis lantai lainnya. Jika pengerjaan epoxy lantai apik dan baik semenjak awal, maka bukan tidak barangkali pemakaiannya tahan lama hingga berpuluh-puluh tahun, bahkan tidak butuh touch up lagi. Proteksi lantai Tepat di bawah cat epoxy biasanya ialah lantai semen atau konkrit yang gampang retak, pecah, lembap, dan sebagainya. Dengan memakai epoxy lantai, seluruh masalah tersebut telah teratasi tanpa mesti memerlukan perawatan jangka panjang. Kelemahan Epoxy Lantai Meski tidak sedikit keunggulannya, epoxy lantai pun punya sejumlah kelemahan. Berikut kelemahannya guna dipertimbangkan: Kelicinan Karena teksturnya yang mengilap, epoxy lantai ingin licin, khususnya yang berbasis minyak. Jika lantai basah, maka situasi lantai dapat jadi berbahaya. Sebaiknya, hindari memakai epoxy lantai pada wilayah yang rentan basah. Persiapan pengerjaan Epoxy lantai tidak dapat langsung diaplikasikan pada semen atau konkrit, namun harus dimurnikan dulu dengan saksama. Sebaiknya, unsur yang retak atau pecah pun didempul terlebih dahulu. Di samping itu, situasi lantai konkrit pun tidak boleh lembap atau basah agar tidak ada saldo udara yang terperangkap. Ini dapat mengakibatkan situasi tidak ideal yang memerlukan pembongkaran ke depannya. Aplikasi oleh profesional Pengerjaan epoxy lantai usahakan di berikan pada kesebelasan profesional sebab prosesnya lumayan detail, agak rumit, dan santap waktu. Aplikasinya pun membutuhkan sejumlah hari supaya bisa lebih cermat dan tahan lama. Sulit diganti Setelah epoxy lantai diaplikasikan, bakal agak susah untuk mencungkil lapisannya. Umumnya, ongkos melepaskannya akan lumayan tinggi dan lagi-lagi memerlukan waktu yang mesti digarap oleh kesebelasan profesional. Nah, sekarang anda sudah tahu ‘kan apa tersebut epoxy lantai beserta keunggulan dan kekurangannya? Pastikan anda sudah mantap dan tidak salah pilih, ya.

Plus Minus Material Epoxy untuk Lantai Read More »

Kontraktor di Bali

5 Kelebihan Bata Ringan (Hebel) untuk Pondasi Rumah

Penggunaan material bangunan bermutu ringan sekarang semakin populer. Tidak melulu material baja ringan yang dipakai untuk struktur bangunan rumah, sekarang salah satu bahan baku pembuat dinding, yakni bata ringan, pun sangat digemari dan mulai menyaingi permintaan bata konvensional. Sifatnya yang ringan tetapi solid sampai-sampai tetap tahan terhadap goncangan menjadi satu dari sekian banyak keunggulan bata ringan. Di samping itu, bata ringan pun lebih terjamin kualitas materialnya. Berbeda dengan batako atau bata merah yang proses produksinya masih dilaksanakan secara tradisional, bata ringan adalah material fabrikasi yang diproduksi memakai mesin canggih. Bahan baku bata ringan terbuat dari beton (semen, pasir kuarsa, dan gipsum) yang dibaur dengan pasta alumunium. Keuntungan apa lagi yang kamu dapatkan saat memakai bata ringan sebagai bahan bangunan rumah? Yuk Simak penjelasannya di sini! Jenis Bata Ringan Bata ringan pun dikenal dengan nama pasarnya, yaitu bata hebel atau bata celcon. Terdapat dua jenis bata ringan yang umum digunakan sebagai bahan baku penyusun dinding bangunan, yakni Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Batako Press Kedua bata ringan ini diciptakan dari gabungan material yang sama, tetapi komposisi tiap-tiap materialnya berbeda. Proses pengeringan dua bata ringan ini pun berbeda. AAC dikeringkan dengan memakai tekanan tinggi, sementara CLC dikeringkan secara alami. Jenis bata ringan yang dipilih menentukan seberapa cepat produktivitas pemasangan dan besar ongkos yang dikeluarkan. Bata ringan AAC jauh lebih cepat dari bata ringan CLC, tetapi membutuhkan ongkos yang lebih banyak dalam pemasangannya. 1. Ketahanan Sekuat Beton Dimensi dan format bata ringan memang tidak jauh berbeda dengan batu bata konvensional, tetapi ia memiliki mutu 3 kali lebih ringan dikomparasikan dengan bata merah dan batako. Karena tercipta dari gabungan bahan yang sama dengan bahan pembuat beton, bata ringan pun memiliki keawetan yang sama kuatnya dengan beton. Ketahanan bata ringan pun sesuai standar bahan bangunan anti gempa. Tak heran, bila bata ringan tadinya lebih populer dipakai sebagai bahan bangunan untuk gedung-gedung bertingkat dan mall. 2. Insulator yang Baik Di samping memperingan dan memperkuat keawetan bangunan, bata ringan pun mampu melindungi bangunan secara utuh. Pori-pori di permukaan bata ringan yang menurunkan berat massa bata dapat menyerap panas udara dari luar bangunan dan menjaga suhu dingin di dalam ruangan. Karena bentuknya lumayan solid dan padat, bata ringan pun termasuk material bangunan yang kedap suara sehingga dapat menghalau suara bising masuk ke dalam ruangan. 3. Proses Pemasangan Lebih Cepat Dibandingkan bata yang dicetak dengan teknik tradisional, bata ringan mempunyai dimensi yang lebih presisi (2mm per bata) dan tingkat kerataan permukaan yang lebih baik. Keunggulan bata ringan ini jelas mempercepat proses pengerjaan konstruksi bangunan. Baca Juga : Analisa Memilih Batako atau Bata Merah sebagai Penutup Dinding Rumah Bobotnya yang enteng turut mempermudah proses pemasangan bata ringan sehingga memberikan hasil yang lebi rapi. Namun untuk merekatkan tiap-tiap bata ringan, dibutuhkan cairan perekat khusus berupa semen instan atau mortar. 4. Finishing Dinding Lebih Mudah Dalam langkah finishing dinding, dinding yang tersusun dari bata merah butuh dilapisi denga plester aci untuk memperhalus permukaannya. Bata ringan telah mempunyai tekstrur permukaan yang halus dan rata sampai-sampai tidak membutuhkan perlapisan yang tebal pada permukaannya. Bahkan permukaan bata ringan dapat langsung di cat atau dibiarkan terbuka andai menginginkan tampilan dinding ekspos. 5. Menghemat Biaya Pembangunan Rumah Harga satuan bata ringan memang lebih mahal dari bata merah. Namun andai menggunakan bata ringan sebagai bahan untuk membuat rumah, kamu dapat menghemat ongkos pemakaian plester hingga 50 persen. Proses pemasangan bata ringan yang lebih praktis dan cepat pun dapat mengurangi ongkos harian pekerja bangunan. Setelah mengetahui kelebihan yang dimiliki bata ringan, apakah anda tertarik memakai bata ringan sebagai material bangunan untuk membangun rumah impianmu? Temukan juga informasi material bangunan dan interior lainnya melalui tulisan Haven Kontraktor!

5 Kelebihan Bata Ringan (Hebel) untuk Pondasi Rumah Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Material Batu Alam untuk Tampak Depan Rumah Minimalis yang Elegan

Meskipun sejak dahulu batu alam harus digali dan disusun menjadi dinding massif, hari ini kita bisa mendapatkannya dengan mudah dan bahkan bisa menggunakannya dengan atau tanpa finishing dan coating apa pun. Anda bisa memilih Material Batu Alam Untuk Tampak Depan Rumah Minimalis yang EleganMaterial batu alam cocok untuk gaya dan lokasi mana pun, memberikan nuansa kepadatan, keabadian, dan kekuatan. Entah digunakan secara utuh atau lapisan wall cladding, batu bisa menghasilkan spektrum warna maupun tekstur yang lengkap. Selain itu, berbagai pilihan batu alam yang anda gunakan dan bagaimana cara menggunakannya sungguh tidak terbatas. 1. Bernilai tinggi Batu alam adalah produk alami yang sifatnya ditentukan oleh jenis dan ikatan mineral yang membentuk batu alam. Batu alam paling luar biasa diantara semua bahan bangunan karena komponen batu alam adalah specimen unik yang bisa digabungkan satu sama lain dengan bahan bangunan lainnya. Artinya batu alam bukanlah produk industry masal yang seragam melainkan masing-masing memiliki asal usul sejarah yang berbeda. 2. Variasi Berbagai proses finishing permukaan dapat menghasilkan variasi yang hampir tak terbatas. Oleh karena itu, pengembang dan arsitek memiliki spektrum pilihan yang luas, yang memungkinkan tampilan atau nuansa yang diinginkan. 3. Bentuk Unik Batu alam digali dari bongkahan besar dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan oleh para produsen batu alam. Ukuran lempengan batu alam dibatasi hanya oleh ukuran bongkahan kasar dan bukan dengan dimensi yang ditentukan oleh produksinya. Ukurannya bisa disesuaikan untuk memenuhi persyaratan perencanaan. Selain itu, tersedia berbagai bentuk yang diinginkan, tidak hanya lempengan kotak atau persegi panjang. 4. Fleksibel Batu alam hasil olahan ataupun galian alami yang telah dipotong menjadi lapisan tipis, tidak lagi menciptakan kesan massif, berat, besar, dan tebal. Beragam tekstur dan warna batu bisa menghidupkan komposisi rumah. Selain itu, tekstur kasar batu alam bisa dipadankan dengan kayu atau logam. Dengan bentuk dan ukuran yang tidak teratur, batu tersebut kemudian ditumpuk dalam pola yang direncanakan dengan hati-hati, namun tampaknya acak, yang menunjukkan ketelitian dan keahlian. 5. Tiga Dimensi Proses pengolahan permukaan batu alam dapat menciptakan berbagai efek cahaya dan bayangan yang menarik. Tampilan itu memancarkan kekuatan dan soliditas saat dipasang pada tampak depan rumah minimalis sehingga menciptakan elemen dekoratif tiga dimensi. 6. Abadi Meskipun banyak bahan bangunan tidak sedap dipandang setelah jangka waktu bertahun-tahun, material batu alam tetap mempertahankan nuansa alami yang tidak kehilangan kecantikannya sepanjang masa. Dengan perencanaan dan kontruksi yang tepat, batu alam bahkan bisa bertahan selama ribuan tahun. 7. Ramah lingkungan Batu alam tidak mudah terbakar dan melepaskan zat yang berbahaya bagi kesehatan jika terjadi kebakaran. Batu alam juga tidak memerlukan zat kimia tambahan seperti lapisan pelindung, bahan resapan, atau pelepas sebelum dapat digunakan sebagai bahan bangunan. 8. Ekologis Batu alam sebagai material eksterior mampu menyerap panas yang dipancarkan oleh sinar matahari dan mencegah pemanasan bangunan yang tidak diinginkan. Sumber : Arsitag Jika anda membutuhkan jasa dalam mendekor, membangun atau merenovasi rumah, anda bisa menggunakan jasa dari Haven Kontraktor. Haven Kontraktor merupakan salah satu kontraktor terbaik di Denpasar Bali yang bisa menjadi pilihan anda dalam melakukan pengerjaan dekor, membangun dan merenovasi rumah, dengan Garansi 2 Tahun dari Haven Kontraktor tentu dapat menjamin keamanan rumah anda.

Material Batu Alam untuk Tampak Depan Rumah Minimalis yang Elegan Read More »

Kontraktor di Bali

Bitumen VS Genteng Tanah Liat

Genteng merupakan salah satu bagian terpenting dari bangunan.  Di Indonesia genteng yang biasanya dipakai adalah genteng yang terbuat dari tanah liat. keberadaannya sudah sejak dulu, dan masih bertahan hingga saat ini.  Walaupun sudah banyak diproduksi genteng dengan bahan lain, genteng tanah liat tetap tampil sebagai genteng yang sangat diminati oleh masyarakat. Hal ini sangat beralasan, karena genteng tanah liat memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan genteng dari bahan lain bahkan dengan bitumen sekalipun.  Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Batako Press Genteng tanah liat tidak menimbulkan hawa panas meski matahari bersinar dengan terik. Hal ini membuat suasana didalam rumah tetap adem sehingga penghuni merasa lebih nyaman. Disisi lain, ketika malam hari saat suasana dingin, genteng tanah liat justru dapat memberikan kehangatan, karena panas pada siang hari yang diserap dan disimpan oleh genteng, akan dikeluarkan secara perlahan saat suasana dingin.v  Genteng tanah liat memiliki usia pemakaian yang jauh lebih lama, sehingga dapat disimpulkan bahwa genteng ini sangat awet. Disamping itu, genteng ini tidak mudah lapuk, dirusak serangga ataupun terbakar.v  Dari segi perawatan, genteng tanah liat tidak memerlukan perawatan yang berlebihan dan cenderung sangat mudah. Jika ada kotoran pada genteng, Anda dapat membersihkannya dengan sapu lidi. Apabila ada jamur, Anda dapat menggunakan bahan lapisan anti jamur khusus untuk genteng tanah liat yang sudah beredar dipasaran. Baca Juga : Cara Aplikasi Semen Nat Keramik Nah itu tadi adalah beberapa kelebihan dari genteng tanah liat.. Bagaimana dengan genteng yang terbuat dari aspal ??? Let’s we see yaa..  Genteng aspal atau yang sering disebut dengan Bitumen adalah genteng yang terbuat dari campuran aspal dan bahan kimia lainnya, seperti serat organik, bubuk kertas dan resin. Penggunaan aspal pada genteng ini bertujuan untuk menciptakan sistem waterproofing atau anti air. Adapun beberapa kelebihan lain dari bitumen ialah :Ø  Memiliki sifat yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan genteng tanah liat. Sehingga kerangka dan konstruksi pemasangannya dapat diminimalkan, ini tentu memengaruhi biaya.Ø  Memiliki sifat yang tahan air, sehingga jika dipasangan pada atap rumah resiko terjadinya kebocoran dapat dikatakan tidak ada sama sekali.Ø  Memiliki sifat yang lentur, sehingga bitumen dapat dengan mudah mengikuti lekuk bangunan dengan kemiringan yang bervariasi. Sangat cocok untuk rumah yang memiliki design unik dengan kemiringan atap mulai dari 22,50 hingga 900.Ø   Bitumen memiliki sifat tahan api dan terpaan angin, serta memiliki tampilan hasil akhir yang minimalis dan menarik.  Nahh itu tadi adalah penjelasan singkat tentang perbedaan antara bitumen dan genteng tanah liat. Keduanya memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih genteng. Ingat, setiap genteng memiliki kelebihan dan keunggulannya masing-masing, Anda sebagai konsumen harus pintar-pintar menganalisanya agar sesuai dengan kondisi wilayah Anda, budget, serta design rumah Anda..      Semoga bermanfaat ……Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai Pada Sebuah Hunian

Bitumen VS Genteng Tanah Liat Read More »

Kontraktor Denpasar

6 Jenis Kaca untuk Rumah yang Perlu Diketahui

Kaca adalah salah satu material rumah yang pasti selalu ada, utamanya sebagai jendela. Tapi kini, penggunaan kaca semakin meluas. Kaca juga biasa digunakan sebagai material untuk pintu, furnitur, railing tangga, shower box, kanopi, table top, dan bahkan panel dinding. Tapi, bagaimana memilih jenis kaca yang tepat? Simak penjelasan setiap jenis kaca berikut ini. Baca Juga : Desain Kaca Kamar Mandi Minimalis Modern 1. Kaca bening Kaca bening sering disebut juga dengan kaca polos, karena tidak berwarna, rata, dan bebas distorsi. Karenanya, kaca ini bisa menghasilkan bayangan sempurna sampai lebih dari 90%. Kaca jenis ini tidak dianjurkan untuk eksterior bangunan bertingkat karena rendahnya kemampuan menahan panas dan sinar matahari. Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Ketebalan ini dipilih sesuai dengan ukuran yang akan dibuat. Semakin besar ukurannya, maka sebaiknya menggunakan kaca yang tebal. 2. Kaca berwarna (tinted glass) Kaca ini sering disebut dengan kaca rayban. Untuk memberikan warna, kaca polos dilapisi dengan lembaran warna yang terbuat dari campuran logam. Kaca rayban mampu menahan panas dan sinar matahari sampai 55%, sehingga mengurangi beban pendingin ruangan dan menjaga privasi penghuninya. Untuk menambah tingkat kegelapannya, kaca rayban bisa dilapisi sampai beberapa kali. Kaca rayban tidak hanya berwarna hitam, tetapi juga warna biru gelap, biru kehijauan, abu-abu gelap, tembaga, dan hijau gelap. 3. Kaca es Kaca es adalah jenis kaca yang salah satu sisinya bertekstur. Tekstur ini dihasilkan saat adonan kaca mulai dicetak dengan roll yang memiliki pola tertentu. Kaca jenis ini memiliki efek dekoratif dan mengaburkan bayangan. Selain itu, berkat teksturnya kaca es juga mampu mengurangi sinar matahari yang diterima sehingga ruangan tidak silau.Belakangan, masyarakat lebih suka memasang stiker kaca es, daripada membeli kaca es yang asli. Stiker kaca es atau kaca film memang lebih murah, tapi memiliki manfaat yang sama baiknya. Kaca es lebih banyak digunakan untuk interior, misalnya sebagai partisi, pintu kamar mandi, pintu kabinet, dan shower box.4. Kaca cermin/one way Kaca cermin atau kaca reflektif adalah kaca yang mengurangi sifat tembus pandang dari salah satu sisi. Kaca jenis ini juga biasa disebut dengan kaca one way, karena akan terlihat trasnparan di satu sisi, tetapi terlihat seperti cermin di sisi lainnya. Kaca cermin dibuat dengan tambahan lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis. Kaca ini sangat sesuai untuk Anda yang menginginkan privasi terjaga. Baca Juga : Teras Rumah Minimalis dengan Material Kayu 5. Kaca tempered Kaca tempered memiliki kekuatan yang sangat tinggi, mencapai 3—5 kali liat dari kaca biasa. Kaca temperedmampu menahan beban angin, berat, dan tekanan yang lebih tinggi. Kaca ini dibuat dengan memanaskannya lalu didinginkan secara mendadak. Secara visual, tidak ada yang berbeda dari kaca ini, sehingga tampilannya tetap terjaga. Kaca tempered juga sangat aman saat pecah, karena pecahannya bulat dan tumpul.Jika Anda menginginkan pintu tanpa frame, railing, dan dinding dari kaca, sebaiknya menggunakan kacatempered ini. Tetapi, Anda harus membeli kaca tempered dengan ukuran jadi. Karena kaca jenis ini tidak bisa diberi proses lebih lanjut yang akan mengurangi kualitasnya. 6. Kaca laminasi Kaca laminasi adalah jenis kaca yang sangat aman, karena diberi pelapis yang membuatnya sulit retak dan pecah. Kaca laminasi sangat sulit ditembus, karenanya kaca ini dulu banyak digunakan untuk alat transportasi umum, misalnya bis dan kereta api. Kaca laminasi dilapisi lembaran polofinil transparan yang menahan kaca agar tidak pecah. Bahkan meskipun sudah ada bagian yang pecah, kaca ini tetap menempel pada rangka dan sulit ditembus.Kaca laminasi banyak digunakan untuk balkon, skylight, anak tangga, dan tempat lainnya yang membutuhkan keamanan. Meskipun terkesan aman, Anda tetap perlu berhati-hati. Jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di dalam rumah, bisa jadi penghuni akan terjebak akibat kaca yang sulit dipecahkan. Baca Juga : 7 Inspirasi Plafon Unik untuk Langit – Langit Rumah Unik Material kaca memang semakin digemari, seiring dengan meningkatnya selera masyarakat pada bangunan minimalis. Tentukan dulu apa kebutuhan Anda, lalu pilih mana kaca yang pas. sumber : http://rooang.com/

6 Jenis Kaca untuk Rumah yang Perlu Diketahui Read More »

Kontraktor Terbaik di Denpasar

Analisa Memilih Batako atau Bata Merah sebagai Penutup Dinding Rumah

Halo sobat, kali ini kami akan mengulas tentang salah satu pilihan komponen bangunan yang kadangkala membuat bingung penggunanya. Salah satu komponen bangunan yang vital adalah tembok sebagai barier antara satu ruangan dengan ruangan lainnya. Untuk membuatnya tentu ada banyak cara yaitu batako, bata merah, bata ringan, partisi dsb. Nah disini kami akan memfokuskan pembahasan antara batako dan bata merah. Untuk yang lainnya nanti akan menyusul hehehe. Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai pada Sebuah Hunian Pertama mari kita bahas dulu penjelasan masing-masing bahan bangunan ini. Batako  Batako adalah salah satu material dinding yang umumnya dibuat dari campuran semen dan pasir kasar yang dicetak padat atau dipress. Terdapat dua jenis batako yang beredar di toko-toko yaitu batako lubang dan batako buntu tentu saja harganya berbeda. Ukuran batako pun bervariasi dengan panjang 36 – 40 cm, lebar 9 – 10 cm dan tinggi 15 – 18 cm. Nah ukuran yang bervariasi ini harus dicermati agar kita gak tertipu dengan harga dan rugi kuantitas. Misalnya nih saya pernah mengalaminya, pertama saya biasanya membeli batako buntu ukuran besar 9x18x38 cm dengan harga 2300/biji dan dalam 1 m2 luas dinding itu menghabiskan 14 batako. Nah terus di proyek yang lokasinya berbeda saya nanya harga dan harganya masih sama 2300/biji (Denpasar 2013) dan langsung saya pesan.  Setelah dipasang ternyata kurang, ciaaahhhh akhirnya saya pelajari ternyata ukuran batakonya lebih kecil kalo gak salah itu 9x15x37 cm dan menghabiskan 16 batako/m2. Jadi ternyata dibalik harga yang sama, saya rugi Rp 4600/m2 wadoooooo. Nah itu pengalaman buat yang belum tau aja, mungkin temen-temen saya yang sudah senior udah pada tau saya musti lebih belajar lagi ke mereka.  Bata Merah Bata merah merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. bata merah terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Ukuran bata merah pun bervariasi disetiap daerah. Umumnya ditempat saya ukurannya panjang 21 cm, lebarnya 9 cm dan tebalnya 4,5 cm. Secara hitungan teknis per 1 m2 dinding memerlukan 67 buah bata dan mungkin akan berbeda lagi sedikit aplikasi dilapangannya tergantung dari ketebalan spesi/luluh yang dipake dilapangan. Kalo berdasarkan pengalaman saya dilapangan kisaran 64 – 67 biji /m2. Baca Juga : Aplikasi Semen Nat Keramik Dinding dan Lantai Berikutnya mari kita jabarkan keunggulan dari masing-masing bahan tersebut: Keunggulan batako: 1. Ukuran lebih besar sehingga mempercepat pemasangan.2. Pemasangan bisa lebih rapi.3. Lebih ringan dari bata merah dalam jumlah m2 yang sama.4. Tidak perlu direndam air sebelum pemasangan yang kembali memepercepat pemasangan. Keunggulan bata merah: 1. Lebih kuat daripada batako.2. Tahan api karena pembuatannya melalui pembakaran di tungku.3. Mudah dan hemat jika membuat bidang-bidang kecil.4. Karena ukurannya kecil, pengangkutannya jadi lebih mudah.Selanjutnya mari kita uraikan kekurangan bahan-bahan ini: Kekurangan batako: 1. Kekuatannya kalah daripada bata merah karena bisa jadi dipenjual memakai campuran hemat agar     biaya sedikit dikeluarkan. Dan sering terjadi kalau batako dijatuhkan akan pecah. Tapi tidak semua     seperti itu, cuma oknum-oknum saja boss.2. Tidak tahan panas dan kurang baik dalam meredam suara.3. Memperbesar peluang retak rambut pada dinding. Kekurangan bata merah: 1. Ukurannya lebih kecil sehingga membutuhkan jumlah yang lebih banyak dan jatuhnya lebih mahal     dari batako.2. Waktu pemasangan lebih lama karena lebih kecil dan banyak.Kelebihan dan kekurangan yang saya sebutkan diatas akan menjadi dasar pertimbangan dari pemilihan bahan yang disesuaikan dengan kondisi si pemakai. Dan secara garis besar akan dibagi dalam dua pertimbangan yaitu mengejar biaya atau kualitas? Mari kita analisa berdasarkan kondisi tersebut. Jika pemilik rumah mengejar biaya  Hal ini biasanya menjadi pertimbangan oleh pemilik yang memiliki dana yang kurang. Banyak juga saya lihat hal ini di proyek-proyek perumahan yang dikembangkan oleh developer yang hanya mengejar keuntungan semata, maaf bukan menjelekkan tapi memang ada saya lihat tapi tidak semua yaa hehehe.  Nah jika pemilik mengejar hemat biaya maka tentunya yang dipilih adalah batako. Tentu saja disebabkan karena harga batako per m2 nya akan jatuh lebih murah daripada bata merah. Penggunaan spesi juga akan lebih sedikit dan tentu saja ongkos pasangnya jadi lebih murah karena bisa cepat dalam pemasangan. Perhitungan harganyua seperti ini sederhananya. 1 m2 batako perlu 14 buah x 2300 = Rp 32.200,-1 m2 bata merah perlu 67 buah x 750 = Rp 50.250,-jadi Anda bisa menghemat Rp 18.050,- /m2 belum lagi lebih hemat di pasir dan semen dimana anggaran itu bisa dialihkan untuk pengadaan bahan yang lainnya. Jika pemilik menggunakan pilihan batako tentunya kekuranganya harus diantisipasi. Menurut saya nih jika masalahnya di kekuatan yang mempengaruhi struktur maka menurut saya ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena sepengetahuan saya dalam perencanaan struktur terutama bangunan diatas dua lantai, kekuatan balok atau kolom sudah diperhitungkan tanpa ada bantuan penyangga berupa dinding pengisi.  Tapi sebenarnya untuk menghemat struktur sebenarnya masih bisa dianalisa jika dinding dimasukkan sebagai bantuan perkuatan struktur. Tapi menurut saya itu tidak perlu karena harus diantisipasi jika nantinya suatu saat temboknya mau dibongkar entah keperluan perluasan area dan sebagainya sehingga kekuatan struktur yang didesain tetap tidak berubah. Untuk masalah rentak rambut menurut saya ini bisa diantisipasi dengan mengikuti aturan acian dinding setelah plesteran berumur 4 hari dan mungkin harus dilebihkan agar plesteran benar-benar kering sehingga tidak ada pecah-pecah lagi akibat penyerapan air plesteran oleh batako. saya rasa hal ini akan mengurangi retak-retak rambutnya. Nah untuk kekurangan berupa tidak tahan api itu ya antisipasi aja jangan sampai ada kebakaran heheheh. Untuk suara, ya pakai peredam suara atau diruangan dimaksimalkan posisi dan penempatan jendela sehingga tidak ada gem dalam ruangan. Jika pemilik rumah mengejar kualitas Bagi pemilik yang mempunyai uang lebih dan sangat serius akan kualitas, saya sarankan untuk tidak ragu memilih bata merah. Karena sudah dijelaskan dalam keunggulan bata merah, yaitu lebih kuat, lebih tanah panas dan lebih bisa meredam suara.  Disamping itu kalau menurut saya pemasangan bata merah bisa lebih dikreasikan seperti tanpa difinish/unfinish sehingga rumah terkesan alami dan artistik hehhehe. Baca Juga : 6 Jenis Kaca untuk Rumah yang Perlu Kamu Tahu Nah segitu aja pembahasan dari kami. Ini murni analisa berdasarkan pengalaman di lapangan dan membaca literatur di om google. Jika ada yang salah mohon dikoreksi. Jika sobat sekalian ada tambahan penjelasan monggo dishare di komentar dibawah ini.Akhir kata semoga artikel ini bisa

Analisa Memilih Batako atau Bata Merah sebagai Penutup Dinding Rumah Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Kelebihan dan Kekurangan dari Beton

Beton adalah hasil pencampuran semen portland, air, dan agregat (terkadang bahan tambah, yang sangat bervariasi mulai dari bahan kimia tambahan, serat, sampai bahan buangan non kimia) pada perbandingan tertentu. Kelebihan dari beton adalah: 1.Harganya relatif murah karena menggunakan bahan-bahan dasar dari bahan lokal, kecuali semen Portland.2.Beton termasuk tahan aus dan tahan kebakaran, sehingga biaya perawatan termasuk rendah3.Beton termasuk bahan yang berkekuatan tekan tinggi, serta mempunyai sifat tahan terhadap pengkaratan/pembusukan oleh kondisi lingkungan.4.Ukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan beton tak bertulang atau pasangan batu.5.Beton segar dapat dengan mudah diangkut maupun dicetak dalam bentuk apapun dan ukuran seberapapun tergantung keinginan. Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja dibandingkan Beton Kekurangan dari beton adalah: 1.Beton mempunyai kuat tarik yang rendah, sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu diberi baja tulangan, atau tulangan kasa.2.Beton segar mengerut saat pengeringan dan beton keras mengembang jika basah sehingga dilatasi (constraction joint) perlu diadakan pada beton yang panjang/lebar untuk memberi tempat bagi susut pengerasan dan pengembangan beton.3.Beton keras mengembang dan menyusut bila terjadi perubahan suhu sehingga perlu dibuat dilatasi (expansion joint) untuk mencegah terjadinya retak-retak akibat perubahan suhu.4.Beton sulit untuk kedap air secara sempurna, sehingga selalu dapat dimasuki air, dan air yang membawa kandungan garam dapat merusakkan beton.5.Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus dihitung dan didetail secara seksama agar setelah dikombinasikan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa. Baca Juga : Aplikasi Semen Nat Keramik dan Dinding

Kelebihan dan Kekurangan dari Beton Read More »

Kontraktor di Denpasar

Menyulap Rumah Sederhana Agar Terlihat Mewah dengan Penggunaan Batu Alam

Batu adalah bahan kontruksi kuno yang tidak pernah using. Menggunakan motif batu lama untuk dinding luar atau dekorasi dalam rumah akan memberikan sentuhan keanggunan dan kemewahan di rumah andadan berikut adalah cara menyulap rumah sederhana agar terlihat mewah dengan penggunaan batu alam.Sentuhan batu alam bisa memberi rumah anda beragam penampilan mulai dari kesan dunia kuno hingga super modern. Semua tergantung jenis batuannya, bagaimana penataannya, dan tentu saja warnanya. Mulai dari abad ke-19, banyak rumah dibangun dengan bahan batu dan kebanyakan bangunan-bangunan itu masih bertahan sampai sekarang.Lantas, bagaimana caranya menyulap rumah sederhana anda menjadi terlihat mewah dengan sentuhan batu alam? Berikut beberapa contohnya 1. Teras Depan Rumah dengan Batu Alam Bentuk bebatuan rural semacam ini banyak digunakan dalam kontruksi bergaya Eropa, seperti contohnya vila di Italia dan mansion dengan gaya Tudor. Dengan sedikit sentuhan dan renovasi, anda bisa menyulap rumah sederhana menjadi lebih bergaya. Baca Juga : 17 Trik Mudah Menghasilkan Cat Unik pada Dinding Rumah 2. Eksterior Ala Mediterania Anda bisa menambahkan batu-batu berwarna monokrom yang diletakkan secara geometris. Gelapkan warna jendela untuk membuatnya semakin tampak modern 3. Sentuhan Batu Alam di Bagian Interior Anda bisa menempelkan aneka batu alam di dinding yang sudah ada, seperti contohnya di pintu masuk, di sebagian kecil dapur, atau di salah satu sisi ruang tamu. Menggunakan bebatuan dengan cara ini memberikan anda kesempatan mengubah rumah menjadi lebih elegan tanpa harus melakukan renovasi besar-besaran 4. Menjadikan Batu Alam Sebagai Dekorasi Dinding Memiliki ruma dengan nuansa kayu tidak berarti harus membuat anda menyerah pada bebatuan alami nan cantik ini. Anda bisa memilih sebagian kecil dinding untuk didekor dengan potongan batu-batu berwarna senada dengan kayu 5. Menggunakan Bebatuan Alam untuk Pagar Rumah Ingin tetap menggunakan bebatuan tanpa mengusik rumah yang sudah dibangun? Anda bisa memilih opsi ini: menggunakan batu alam sebagai bahan pagar rumah. Agar warnanya tidak kontras, pilihlah warna cat atau warna batu yang cocok satu sama lain 6. Menggunakan Batu Alam Sebagai Bahan Tiang Penyangga Rumah Beberapa jenis batu yang bisa digunakan adalah batu andesit alur yang selain terlihat kokoh juga memberikan kesan minimalis. Ada banyak jenis batuan andesit yang bisa anda pilih seperti andesit susun sirih, andesit RTA atau andesit bakarSelain batu andesit, batu candi yang memiliki corak hitam berpori ini juga sangat cocok untuk tiang penyangga. Batu candi juga sedikit lebih murah dari batu andesit. Sumber : Arsitag Jika anda membutuhkan jasa dalam mendekor, membangun atau merenovasi rumah anda bisa menggunakan jasa dari Haven Kontraktor. Haven Kontraktor merupakan salah satu kontraktor terbaik di Denpasar Bali yang bisa menjadi pilihan anda dalam melakukan pengerjaan mendekor, membangun dan merenovasi rumah, dengan Garansi 2 Tahun dari Haven Kontraktor tentu dapat menjamin keamanan rumah anda.

Menyulap Rumah Sederhana Agar Terlihat Mewah dengan Penggunaan Batu Alam Read More »