Informasi

Kontraktor di Denpasar

Roof Garden, to Save Environments

Roof Garden, belakangan ini menjadi topik perbincangan hangat dunia. Sudahkah Anda tau apa itu roof garden ? Roof Garden berasal dari kata roof yang artinya atap, dan garden yang artinya taman. So… Roof Garden adalah taman yang sengaja dibuat di atap sebuah bangunan. Terdengar menarik bukan ? Latar belakang pembuatan roof garden karena perkembangan kawasan perkotaan yang sudah sangat padat dengan lahan terbatas dimana masyarakat juga sudah mulai sadar akan lingkungan yang sehat dan asri. Jika dilihat dari aspek lingkungan, Roof Garden memang salah satu kiat manusia untuk menjaga lingkungan dari ancaman Global Warming. Pemasangan Roof Garden harus dirancang dan diperhitungkan dengan baik, terutama dari segi kekuatan struktur atap serta pemilihan jenis tanaman. Baca Juga : 10 Inpirasi Desain Taman yang Sempit jadi Terlihat Lebih Luas Adapun manfaat dari Roof Garden ialah : ¨      Menurunkan Suhu Udara. Dengan adanya tanaman di atap, maka penghuni atau orang yang berada didalamnya akan merasa lebih sejuk, teduh, dan udara yang didapat lebih bersih. Karena polusi disekitar telah diubah oleh tanaman menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Hal ini juga berkaitan dengan pengurangan polusi udara didaerah tersebut. ¨      Mengurangi Kebisingan, banyaknya tumbuhan pada taman atap memiliki potensi yang baik dalam meredam kebisingan yang berasal dari luar bangunan seperti, suara kendaraan bermotor. Hal ini membuat penghuni lebih nyaman berada di dalam bangunan. Semakin rindang tanaman yang terdapat di atap, maka akan semakin sedikit pula suara yang terdengar di dalam ruangan. ¨      Memberikan Keindahan pada Bangunan, tidak jauh berbeda dengan fungsi taman pada umumnya, taman atap (roof garden) menimbulkan keindahan, sehingga bangunan tersebut menjadi lebih asri, indah, dan sejuk. Untuk menjaga keindahan taman, perlu diadakannya perawatan yang rutin, agar taman tetap terjaga dengan baik. Baca Juga : Membuat Taman Cantik di Rumah Mungil Masih banyak lagi keuntungan lain yang didapat dari penggunaan Roof Garden di pada bangunan. Namun perlu diingat, bahwa tidak semua tanaman/tumbuhan dapat ditanam di atap bangunan. Karena kesalahan pada pemilihan jenis tanaman, akan menyebabkan rusaknya konstruksi atap dari bangunan tersebut. Tanaman yang cocok ditanam diatap bangunan adalah tanaman yang tahan terhadap paparan sinar matahari langsung serta tahan terhadap tiupan angin yang kencang, contohnya adalah Bougenville varigata , kamboja jepang, dedaunan puring, bromeliad dan daun calathea. Pilihlah tanaman yang ringan, dengan tidak berakar serabut yang dapat merusak struktur beton dak rumah. Pada rumah tinggal sederhana, tanaman yang bisa dipilih adalah tanaman rerumputan. Sedangkan untuk bangunan yang besar dapat menggunakan tumbuhan seperti contoh diatas. Di Bali belum banyak rumah tinggal atau perusahaan yang menerapkan roof garden pada bangunannya. Hal ini tidak mengherankan, karena penerapan roof garden memerlukan biaya yang tidak sedikit, disamping memerlukan keahlian khusus dalam pengerjaannya. Harapan kami, semoga konsep ini segera terealisasi dalam bangunan-bangunan di Bali, mengingat manfaatnya sangat besar terhadap lingkungan dan kualitas hidup masyarakat kedepannya, karena Bali adalah ikon pariwisata Indonesia.   Baca Juga : 7 Inspirasi Taman Vertical

Roof Garden, to Save Environments Read More »

Kontraktor di Bali

Bambu sebagai Alternatif Bahan Bangunan

Sering kita jumpai bangunan yang terbuat dari bambu karena sekarang Bambu, Alternatif Bahan Bangunan. Bambu telah lama digunakan sebagai alternatif pengganti kayu yang tidak kalah kuat dan ramah lingkungan. Pemilihan bambu sebagai bahan bangunan bukan tanpa alasan. Banyak riset dan penelitian yang menunjukkan bahwa bambu memiliki sifat-sifat yang dapat menunjang kontruksi bangunan Selain itu, bambu sangat mudah ditemui di wilayah Indonesia, sehingga memiliki harga yang relatif lebih murah. Banyak kelebihan dan keistimewaan bambu lainnya yang bisa menjadi pertimbangan Anda dalam merancang bangunan, diantaranya : Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai pada Sebuah Hunian Memiliki Sifat yang Kuat dan Ringan Bambu merupakan salah satu tumbuhan yang sangat unik, walaupun memiliki sifat yang ringan, dia mampu menahan beban yang cukup besar. Bahkan kekuatannya tidak kalah dengan bahan bangunan struktur lainnya. Namun, hal ini belum dimanfaatkan dengan baik karena biasanya bambu dipasang dengan pasak atau tali yang memiliki kekuatan yang rendah. Sifat lentur dari Bambu Sekilas bambu memang terlihat kaku, tetapi sebenarnya bambu juga memiliki sifat yang lentur. Kelenturan ini berkaitan dengan ketahanannya dalam menahan angin ataupun gempa, sehingga sangat cocok digunakan didaerah yang sering dilanda gempa, seperti Indonesia. Selain itu, kelenturannya juga berkaitan dengan kemudahan untuk dibentuk, sehingga jika Anda ingin membuat bangunan yang unik dan atraktif Anda bisa memilih bambu sebagai alternatif. Baca Juga : Material Batu Alam untuk Tampilan Depan Rumah Minimalis Mudah Ditemukan.  Sifat bambu yang mudah tumbuh dan berkembang tanpa perawatan khusus, membuat bambu dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal ini berkaitan dengan biaya. Biaya yang dikeluarkan akan tergolong murah dibandingkan dengan material kayu. Nilai Estetika Tinggi  Tak dapat dipungkiri, bambu memang memiliki warna khas yang alami, ini akan menambah daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya. Layaknya material lain yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Bambu juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu Anda perhatikan yaitu, bambu membutuhkan perawatan yang extra terutama didaerah yang memiliki iklim lembab karena akan rentan terhadap rayap, lapuk dan reyot, selain itu bambu sangat rentan terbakar. Dalam pengerjaannya juga membutuhkan ketelitian yang tinggi misalnya saja dalam proses penyambungan antar bambu atau penyambungan antar material lain sehingga akan cukup menyulitkan.   Nah, itu adalah beberapa ulasan dari kami mengenai material bambu sebagai alternatif bangunan Anda…. Semoga bermanfaat… Sumber :www.bangunrumah.com Baca Juga : Bitumen VS Genteng Tanah Liat

Bambu sebagai Alternatif Bahan Bangunan Read More »

Kontraktor di Bali

Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa

Gempa bumi adalah sebuah fenomena getaran yang dikaitkan dengan kejutan yang terjadi pada kerak bumi. Beban kejut ini disebabkan oleh banyak hal, misalnya benturan pergesekan kerak bumi yang mempengaruhi permukaan bumi. Lokasi gempa bumi disebut sebagai fault zones. Kejutan berkaitan dengan benturan tersebut akan menjelma menjadi gelombang yang sifatnya menjalar. Pada saat bangunan bergetar maka timbul gaya-gaya pada struktur bangunan karena adanya kencenderungan massa bangunan untuk mempertahankan dirinya dari gerakan. Gaya yang timbul ini disebut dengan gaya inersia. Baca Juga : Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Dalam membangun rumah tahan gempa, perlu menerapkan perencanaan denah, pondasi, dan struktur bangunan. Adapun prinsip-prinsip bangunan tahan gempa adalah sebagai berikut ini. Perencanaan gedung tanggap gempa tentu saja harus sederhana dan kompak. Struktur bangunan tahan gempa harus dapat menerima beban dan bagian bangunan yang tidak menerima beban harus dianggap sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Bangunan tahan gempa harus memiliki volume yang ringan. Makin berat bangunan maka makin besar daya massa jika terjadi gempa bumi. Makin tinggi gedung yang dibangun, maka harus makin ringan. Kontruksi atap yang berat dapat membahayakan struktur yang berada di bawahnya. Struktur bangunan tahan gempa yang direncanakan haruslah sesederhana mungkin, sehingga jalur gaya vertikal maupun horizontal dapat dimengerti dengan sangat mudah. Struktur yang sederhana akan membuat bangunan tahan pada kondisi gempa yang keras. Denah bangunan tahan gempa sebaiknya adalah simetris dengan bentuk segi empat atau lingkaran. Struktur vertikal harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat menerima beban vertikal paling besar. Makin besar gaya vertikal maka makin tahan terhadap gaya gempa (seismik horizontal) dan momen puntiran. Tinggi bangunan tahan gempa sebaiknya tidak melebihi empat kali lebar bangunan. Struktur bangunan sebaiknya bersifat monolit, berarti seluruh struktur bangunan dikonstruksikan dengan bahan bangunan yang sama karena pada saat gempa terjadi bahan bangunan akan berbeda saat menerima reaksi dari gempa Ketebalan plat dan ketinggian dinding balok sebaiknya lebih besar dari biasanya sehingga dapat menghindari getaran vertikal sejauh mungkin. Balok tidak boleh dibuat dengan lebih lebar dari tiang yang ada pada tumpuan agar tidak terjadi tegangan hambatan. Ringbalk horizontal pada setiap tingkatan dengan batang tarik diagonal dapat meningkatkan kestabilan gedung. Pondasi yang dimiliki haruslah yang sederhana dan sekuat mungkin tidak akan patah pada saat gempa bumi. Sebaiknya Anda memilih pelat lantai beton bertulang atau pondasi lajur kali dengan sloof beton bertulang. Reaksi bangunan pada saat gempa terjadi bergantung pada cara pembangunan dan bukan pada tahap perencanaan. Maka sangatlah penting bagi Anda untuk memanajemen pembangunan rumah tahan gempa dan menjamin setiap bahan bangunan yang dipakai adalah berkualitas baik. Perubahan dan penambahan bangunan haruslah dilakukan secara cermat dan terutama dalam aspek ketahanan gempanya, karena dapat merubah kestabilan gedung terhadap gempa. sumber : http://www.rumahbangun.com/ Baca Juga : Teras Rumah Minimalis dengan Material Kayu

Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Perencanaan Bangunan Tahan Gempa

“Earthquake did not kill people, but the bad building did it”. Gempa bukan bencana yang mematikan, tapi bangunan yang buruklah yang membunuh manusia. Data- data terakhir yang berhasil direkam menunjukkan bahwa rata- rata setiap tahun ada 10 gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia.  Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan sebagian lagi pada daerah pemukiman. Pada daerah pemukiman yang cukup padat, perlu adanya suatu perlindungan untuk mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan berat akibat goncangan gempa. Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar, detail konstruksi yang baik dan praktis maka kerugian harta benda dan jiwa menusia dapat dikurangi. Baca Juga : Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Gempa yang terjadi dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :gempa ringan, sedang, dan besar. Gempa ringan yang terjadi tidak mengakibatkan efek yang berarti pada struktur,  Gempa sedang sedikit berakibat pada struktur tapi masih aman, Dan untuk gempa yang besar, sudah mengakibatkan kerusakan pada struktur, tapi strukturnya masih tetap berdiri dan tidak roboh. Itulah pentingnya perencanaan bangunan tahan gempa, agar bangunan yang kita tempati aman, stabil, dan tidak mudah roboh saat terjadi gempa. Berikut ini ada prinsip- prinsip yang dipakai dalam perencanaan bangunan tahan gempa : 1. Pondasi : Membangun pondasi memang sederhana, tapi pondasi yang kuat memerlukan pengetahuan yang cukup. Sehingga fondasi bangunan yang baik haruslah kokoh dalam menyokong beban dan tahan terhadap perubahan termasuk getaran. Penempatan fondasi juga perlu diperhatikan kondisi batuan dasarnya.Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris. Dan untuk pondasi yang berdekatan harus dipisah, untuk mencegah terjadinya keruntuhan local (Local Shear). 2. Desain Kolom Kolom harus menggunakan kolom menerus (ukuran yang mengerucut/ semakin mengecil dari lantai ke lantai). Dan untuk meningkatkan kemampuan bangunan terhadap gaya lateral akibat gempa, pada bangunan tinggi (high rise building) acapkali unsur vertikal struktur menggunakan gabungan antara kolom dengan dinding geser (shear wall). 3. Denah Bangunan Bentuk Denah bangunan sebaiknya sederhana, simetris, dan dipisahkan (pemisahan struktur). Untuk menghindari adanya dilatasi (perputaran atau pergerakan) bangunan saat gempa. Namun dilatasi ini pun menimbulkan masalah pada bangunan yaitu : 2 atau beberapa gedung yang dilatasi akan mempunyai waktu getar alami yang berbeda, sehingga akan menyebabkan benturan antar gedung, Ketidak efektifan dalam pemasangan interior, seperti : plafond, keramik, dll Perlunya konstruksi khusus (balok korbel).  4. Bahan bangunan harus seringan mungkin Berat bahan bangunan adalah sebanding dengan beban inersia gempa. Sebagai contoh penutup atap GENTENG menghasilkan beban gempa horisontal sebesar 3X beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap SENG. Sama halnya dengan pasangan dinding BATA menghasiIkan beban gempa sebesar 15X beban gempa yang dihasilkan oleh dinding KAYU. 5. Struktur Atap Jika tidak terdapat batang pengaku (bracing) pada struktur atap yang menahan beban gempa dalam arah horizontal, maka keruntuhan akan terjadi seperti, diperlihatkan pada gambar berikut: 6. Konsep Desain Kapasitas (Capasity Design) Konsep Desain Kapasitasadalah dengan meningkatkan daktalitas elemen- elemen struktur dan perlindungan elemen- elemen struktur lain yang diharapkan dapat berperilaku elastik. Salah satunya adalah dengan konsep “strong column weak beam”. Dengan metode ini, bila suatu saat terjadi goncangan yang besar akibat gempa, kolom bangunan di desain akan tetap bertahan, sehingga orang- orang yang berada dalam Gedung masing mempunyai waktu untuk menyelamatka diri sebelum Bangunan roboh seketika. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendesain kolom yang kuat antara lain : Pengaturan jarak antar sengkang,  Peningkatan mutu beton, dan  Perbesaran penampang.  Serta untuk struktur bangunan dengan baja, bisa dimodifkasi sambungan hubungan antara balok dengan kolom. Berikut ini adalah ilustrasi pembentukan sendi plastis dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Tiap Negara mempunyai desain sendiri dalam merencanakan tingkat daktilitas untuk keamanan bangunan yang mereka bangun, hal ini tergantung dari letak geologi negara masing- masing. Misalnya Jepang yang menerapkan tingkat daktilitas 1. Dengan desain ini, bangunan di desain benar- benar kaku (full elastic). Berikut ini adalah macam- macam tingkat daktlitas beserta kondisi yang ditimbulkan : a. Daktilitas 1 : Keadaan elastis, dengan konsep ini tulangan di desain besar- besar untuk membuat bangunan menjadi kaku (full elastic). Contohnya : Jepang. Konsekuensinya, saat gempa melebihi rencana, maka Gedung akan langsung roboh tanpa memberi tanda (peringatan) terlebih dahulu. Kalo kata Dosen saya, ini Konsep desain bangunan yang ‘menantang’ kekuatan Tuhan. Hhehehehehe… b.  Daktilitas 2 : Keadaan Plastis (intermediete) c. Daktilitas 3 : Keadaan plastis dengan struktur yang daktil, perecanaan struktur dengan metode Capasity Design. Nah, ini dia yang menjadi dasar perencanaan bangunan tahan gempa di Indonesia, yaitu dengan pembentukan sendi plastis di balok, sehingga saat ada gempa Bangunan akan memberi ‘tanda’ atau peringatan terlebih dahulu, sehingga orang- orang dalam gedung mempunyai waktu untuk menyelamatkan diri. Berikut ini contoh kegagalan bangunan akibat kolom yang lemah (soft story) : Bayangkan… Ini terjadi di Kantor DPU Padang looh… (Kantornya orang- orang ahli bangunan) Soft story adalah istilah yang sering digunakan dalam pembahasan tentang struktur gedung tahan gempa. Soft story kalo diterjemahkan mentah-mentah ya artinya lantai lunak. Maksudnya? Apakah berarti ada juga istilah Hard Story? Hehehe… Sekedar analogi, kita bisa misalkan gedung bertingkat sebagai lapisan-lapisan batu bata yang ditumpuk di atas sebuah meja. Tiap lapisan batu bata merinpresentasikan lantai gedung. Sementara itu ada tumpukan batu bata lain. Tapi di tengah- tengah tumpukan tersebut, ada satu lapisan yang batu batanya mempunyai rongga yang cukup besar di dalamnya. Kasus kegagalan bangunan di atas terjadi saat Gempa di Padang beberapa tahun lalu, terlihat kan…? bahwa bangunannya memang kurang direncanakan dengan matang. Seperti iniloh ilustrasinya… Baca Juga : Tips Desain Rumah Tahan Banjir Sekarang, misalkan kita guncang meja tersebut ke arah horizontal secara acak dan bolak balik. Dengan goncangan yang sama, ternyata kedua tumpukan batu mempunyai perilaku yang berbeda. Tumpukan pertama bisa saja masih bertahan selama goncangan berlangsung. Akan tetapi tumpukan kedua sudah runtuh akibat lapisan batu bata “palsu” yang ada di tengah-tengah tadi yang tidak kuat menahan gaya dorong “fiktif” yang bekerja secara lateral dan bolak balik.Lapisan batu bata lunak ini bisa di interpresentasikan sebagai soft story. Jika lapisan lunak ini berada di lantai paling atas, tentu bukan masalah. Justru yang jadi masalah adalah kalau lantai lunak ini berada pada lapisan atau lantai yang paling bawah. Dan.. kenyataannya memang seperti ini yang banyak dijumpai di lapangan. Mengapa demikian? Berikut ini kami coba berikan dua contoh faktor yang menyebabkan keruntuhan karena pengaruh soft story. A. Kekakuan Dinding Bata Diabaikan. Gedung-gedung tinggi yang bertipe

Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Read More »

Kontraktor di Denpasar

Pagar Rumah Minimalis Batu Alam yang Artistik dan Elegan

Pagar rumah merupakan salah satu fasilitas pengaman yang sekaligus juga bisa digunakan untuk mempercantik tampilan eksterior rumah. Jika Anda memiliki rumah dengan desain minimalis, maka pagarrumah minimalis batu alam bisa menjadi salah satu model pilihan untuk diaplikasikan sebagai desain pagar rumah Anda. Apa dan bagaimana sebenarnya desain pagar rumah minimalis dengan paduan batu alam itu? Simak artikel di bawah ini. Memilih Pagar Rumah Minimalis Batu Alam Pagar rumah minimalis yang akan dibuat sebaiknya menyesuaikan dengan konsep rumah minimalisnya. Misalnya jika rumahnya berkonsep minimalis modern, maka pagar sebaiknya juga berkonsep minimalis modern. Hal ini juga akan berkaitan dengan pemilihan bahan untuk material pagar yang akan digunakan. Karena pada umumnya jika konsep pagar rumahnya minimalis modern, maka material yang akan digunakan adalah dominan besi dan beton. Sedangkan jika ingin menimbulkan kesan artistik dan sedikit klasik, maka penggunaan batu alam dapat diaplikasikan untuk memperindah tampilan pagar. Baca Juga : Desain Pagar Kayu Minimalis Dalam memilih pagar rumah, selain desain dan konsep, masalah harga juga harus diperhatikan. Jangan sampai anggaran untuk pagar rumah Anda malah lebih mahal ketimbang anggaran untuk membuat bagian fasad rumah. Pertimbangan anggaran meliputi pemilihan model, material dan biaya konstruksi untuk membuat pagar. Semakin rumit desain dari model pagar yang akan dibuat, maka biayanya akan semakin mahal. Semakin luas pagar yang akan dibuat, tentunya membutuhkan material yang semakin banyak dan biasanya juga menghabiskan dana hingga jutaan rupiah. Dalam menentukan anggaran harga pagar batu alam rumah minimalis, maka perlu diperhatikan jenis batu alam yang akan digunakan. Semakin keras materialnya biasanya akan semakin sulit memotongnya dan biaya pemasangan yang dipatok juga akan semakin mahal. Kemudian semakin rumit proses pemodelan dan penyusunannya maka biaya yang akan dikeluarkan juga semakin besar. Baca Juga : Desain Kaca Kamar Mandi Minimalis Pilihan Corak Pagar Rumah Minimalis Batu Alam Jika Ada tertarik untuk mengaplikasikan batu alam pada pagar rumah Anda, maka Anda harus menyesuaikan corak pagar batu alam rumah minimalis dan bahan batu alamnya dengan desain dan pewarnaan tembok pagar rumah Anda. Adapun corak batu alam yang umum digunakan untuk memperindah pagar biasanya menggunakan corak RTM, corak daun sirih, corak Napoli, corak catur dan lain sebagainya. Sedangkan bahan batu alam yang biasa digunakan adalah jenis batu kuning, andesit bintik dan andesit polos. Untuk membuat desain dan memilih bahan pagar rumah minimalis batu alam, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan tukang yang sudah ahli. Karena pada saat ini banyak sekali oknum produsen nakal yang memalsukan batu alam tersebut demi keuntungan yang berlipat. Karena pada umumnya tujuan untuk penggunaan batu alam pada pagar, selain untuk memperindah juga karena bahannya tahan terhadap cuaca dan tidak mudah rusak. sumber : http://rumahminimal.com/ Baca Juga : Desain Dapur Terbuka Minimalis

Pagar Rumah Minimalis Batu Alam yang Artistik dan Elegan Read More »

Kontraktor Bali

3 Cara agar Rumah (Ruko) Tetap Dingin

Indonesia adalah negara yang beada di iklim tropis, mengenal 2 musim panas dan dingin. Saat musim panas, suhu udara di dalam rumah sangatlah terasa panas, apalagi saya tinggal di tengah2 kota. Begitu juga di kantor yang berada di ruko, hampir semua ruko yang berada di kota medan ini menggunakan AC. Seperti kita ketahui, AC adalah pendingin udara yang sangat tidak ramah lingkungan dan kesehatan, serta boros listrik dan uang. Rumah tinggal di daerah pinggiran kota dan di dalam kota tentu saja berbeda suhu ruangnya, disini saya tidak membahas yang di pinggiran kota atau pedesaan, untuk itu saya coba mengambil contoh Rumah TOKO (RUKO) sebagai media yang pada umumnya berada di perkotaan.  Baca Juga : 5 Trik Simpel Membuat Ruang Tamu Terlihat Lebih Luas Berikut adalah Tips dan cara agar rumah menjadi dingin/sejuk tanpa AC: 1. Posisi Jendela Ukuran Besar Sirkulasi udara adalah hal yang sangat penting agar mendapatkan rumah dingin, untuk itu posisi jendela ssangatlah penting untuk memperlancar sirkulasi udara. pemasangan jendela sebaiknya dilakukan berhadapan dengan tujuan agar udara yang berhembus masuk akan langsung keluar melalui jendela yang lain nya, Alangkah baiknya jika jendela berhadapan dengan pintu utama. ini biasanya disebut ventilasi silang (cross ventilation ) Ruko pada umumnya berada di tepi jalan karena susuai fungsinya sebagai tempat usaha dan tinggal tentu saja tidak terlepas dari debu yang berterbangan, Karena itu, sebaiknya anda mengunakan tirai jendela anti debu magnetik, juga berfungsi sebagai anti nyamuk. atau biasa disebut tirai kelambu/kasa. Baca Juga : Motif Lantai Granit Rumah Modern 2. Tanaman Penghijau Namanya juga Ruko, dimana mau menanam tanaman? paling juga di lantai atap (roof). Anda benar.. Green roof, itu namanya, yang artinya atap hijau. Untuk ruko berlantai 2 cor,  tentu saja atapnya akan terasa sangat tengah hari. ini salah satu faktor suhu ruang dibawahnya naik. jika tidak percaya, coba saja anda pegang lantai atap, heheh.. biasanya sebagian dari mereka menyiram nya dengan air. untuk di linkungan saya, sebagian menanam pohon cangkokan seperti mangga atau sawo. Sebenarnya tanaman sejenis ini tidaklah baik karena pohon yang di cangkok memiliki daun yang sedikit dan tidak rimbun sehingga tidak dapat menghalang sinar matahari secara maksimal. malah kebalikannya, tanaman yang berdaun rimbun jika daunnya berguguran, kelihatan kotor dan dapat menyebabkan saluran pembuangan menjadi tersumbat. 3. Tinggi Rumah, Plafon dan Exhaust fan Untuk sebuah ruko, minimal tinggi rumah haruslah 3m sampai 4,5m. Tujuan tinggi rumah agar tekanan udara cepat naik ke atas. Jika air menekan ke segala arah, lain pula dengan udara yang bergerak ke arah yang lebih tinggi. Semakin tinggi ruangan anda, maka semakin cepat udara naik keatas dan suhu ruangan anda akan semakin rendah. Jika tinggi rumah sudah terpenuhi, pasanglah plafon di atap ruangan. Plafon dengan design yang menarik sebenarnya memiliki fungsi utama yaitu agar ada celah antara ruangan anda dengan langit2 ruangan. celah tersebut berguna untuk menagkap udara yang panas sehingga ada perbedaan udara antara ruangan dengan celah.  Coba kita perhatikan saja jika terjadi kebakaran, tentu saja angin menjadi kencang, itu adalah efek dari udara yang bergerak ke tempat yang lebih panas. Baca Juga : Menyulap Rumah Sederhana Agar Terlihat Mewah dengan Penggunaan Batu Alam Demikianlah 3 cara agar rumah ruko menjadi dingin tanpa AC, semoga ini dapat bermanfaat bagi anda. Anda bisa memilih salah satu cara diatas sesuai kondisi rumah dan kantong anda.  sumber : renovasirumahmedan.blogspot.com

3 Cara agar Rumah (Ruko) Tetap Dingin Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja dibandingkan Beton

Jika kita berbicara mengenai Material suatu konstruksi maka kita akan banyak sekali menemukan hal-hal yang baru. Dalam pekerjaan struktur maka ada 2 bahan yang akan dipakai yaitu Baja dan Beton. Jadi kedua bahan ini pastinya sangat beda terutama dari segi kekuatan dan satu sama lainnya mempunyai suatu kelebihan dan kekurangan. Apa saja itu ? Baca Juga : Jenis – Jenis Semen dan Fungsinya Kelebihan dan Kekurangan Struktur Beton Kelebihan Beton : Mampu menahan gaya tekan serta bersifat tahan terhadap korosidan pembusukan. Beton segar mudah di cetak sesuai keinginan dan cetakannya juga dapat di pakai lebih dari sekali tergantung dari kualitas cetakan yang di buat. Beton segar dapat di semprotkan pada permukaan beton lama yang retak atau di isikan pada beton dalam proses perbaikan. Beton segar dapat di pompa sehingga memungkinkan untuk di tuang pada tempat-tempat yang sulit. Beton sudah pasti tahan aus dan tahan bakar. Baca Juga : Penjelasan Lengkap Beton Precast Kekurangan Beton Beton di anggap tidak mampu menahan gaya tarik sehingga mudah retak. Oleh karena itu perlu di berikan tulangan baja sebagai penahan gaya tarik. Beton keras masih mempunyai sifat mengembang atau menyusut jika terjadi perubahan suhu sehingga perlu di buat dilatasi untuk mencegah terjadinya retakan retakan. Untuk mendapatkan beton kedap air yang sempurna, harus di kerjakandengan teliti. Beton bersifat getas (tidak daktail) sehingga harus di hitung dengan teliti agar setelah di kompositkan dengan baja tulangan menjadi bersifat daktail, terutama pada struktur tahan gempa. Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja Kelebihan Baja Kuat tarik tinggi. Tidak dimakan rayap Hampir tidak memiliki perbedaan nilai muai dan susut Bisa di daur ulang Dibanding Stainless Steel lebih murah Dibanding beton lebih lentur dan lebih ringan Dibanding alumunium lebih kuat Kekurangan Baja : Bisa berkarat. Lemah terhadap gaya tekan. Tidak fleksibel seperti kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profile Tidak kokoh Tidak tahan api Itu dia beberapa pembahasan mengenai Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja dibandingkan Beton yang bisa saya sampaikan kepada anda semoga bermanfaat nantinya. sumber : http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.co.id/

Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja dibandingkan Beton Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Perbandingan Kusen Kayu dengan Aluminium

Saat ini banyak pula material yang dikembangkan untuk menjadi alternatif pengganti kayu seperti aluminium, kusen beton, gypsum, kusen UPVC yang mendekati bentuk dan penampilan kayu untuk kusen pintu dan jendela luar. Sebetulnya kayu memiliki Keunggulan dibanding dengan material lainnya yaitu tampilan natural yang disukai dari kayu, material kayu banyak yang kuat menurut jenisnya seperti kayu jati, kaper, atau ulin, melalui proses pengovenan yang baik. Kayu memang fleksibel untuk dirubah bentuknya sesuai desain, seperti bentuk lurus atau melengkung, dan dapat menahan panas atau dingin dari luar ruangan. Sedangkan kerugian kayu antara lain mudah dimakan rayap, perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet, dan menyerap air sehingga menyebabkan volume kayu dapat berubah-ubah. Akibatnya pintu atau jendela sulit dibuka karena salah satu sudutnya memuai. Demikian pula bila dipakai untuk kuda-kuda, gording, usuk dan reng pada atap bisa mengalami ‘puntir’ untuk kayu-kayu yang kurang berkualitas.  Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai pada Sebuah Hunian Aluminium menjadi bahan alternatif utama setelah kayu, karena bahan aluminium yang lebih tahan lama, anti rayap,dan tidak menyusut seperti kayu. Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu. Saking miripnya orang akan mengira itu terbuat dari kayu. Adapun desain dapat dibuat menurut pesanan. Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium. Perbandingan harga kayu yang semakin mahal serta proses, pengolahan, dan perawatan kayu lebih mahal sehingga aluminium memiliki nilai plus di dalam aspek perawatan yang notabene bebas dari rayap dan tahan karat. Sisi negatif dari alumunium adalah permukaannya mudah tergores dan bahannya tidak mudah untuk dibentuk menjadi lengkung. Bila dibandingkan dengan kusen dari bahan yang populer seperti kayu Meranti, tetap lebih mahal alumunium. Kusen kayu dapat diterapkan pada desain rumah apa saja, sedangkan aluminium karena susah dibentuk jadi sering dipakai untuk desain rumah ‘gaya minimalis’. Baca Juga : Desain Pagar Kayu Minimalis Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya. Jangan memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas. Masalah yang sering terjadi yaitu sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan. Pada dasarnya masalah sealant ini tidak menimbulkan masalah pada kusen alumuniumnya karena bahan alumunium tidak terpengaruh air.  sumber : http://www.mujijayaganesha.com/

Perbandingan Kusen Kayu dengan Aluminium Read More »

Kontraktor Terbaik di Denpasar

Penjelasan Mengenai Beton Pracetak / Beton Precast

Teknologi beton pracetak telah lama diketahui dapat menggantikan operasi pembetonan tradisional yang dilakukan di lokasi proyek pada beberapa jenis konstruksi karena beberapa potensi manfaatnya. Beberapa prinsip yang dipercaya dapat memberikan manfaat lebih dari teknologi beton procetak ini antara lain terkait dengan waktu, biaya, kualitas, predicability, keandalan, produktivitas, kesehatan, keselamatan, lingkungan, koordinasi, inovasi, reusability, serta relocatability (Gibb, 1999). Di Indonesia, hingga saat ini, telah banyak aplikasi teknologi beton pracetak pada banyak jenis konstruksi dengan didukung oleh sekitar 16 perusahaan spesialis beton pracetak, atau lebih dikenal dengan sebutan precaster. Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Batako Press SEJARAH PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK Beton adalah material konstruksi yang banyak dipakai di Indonesia, jika dibandingkan dengan material lain seperti kayu dan baja. Hal inibisa dimaklumi, karena bahan-bahan pembentukannya mudah terdapat di Indonesia, cukup awet, mudah dibentuk dan harganya relative terjangkau. Ada beberapa aspekyang dapatmenjadi perhatian dalam sistembeton konvensional, antara lain waktu pelaksanaan yang lama dan kurang bersih, control kualitas yang sulit ditingkatkan serta bahan-bahan dasar cetakan dari kayu dan triplek yang semakin lama semakin mahal dan langka. Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era millennium ini pada dasarnya system ini melakukan pengecoran komponen di tempatkhusus di permukaan tanah (fabrikasi), lalu dibawa ke lokasi (transportasi ) untuk disusun menjadi suatu struktur utuh (ereksi). Keunggulan system ini, antara lain mutu yang terjamin, produksi dan pembangunan yang cepat, ramah lingkungan dan rapi dengan kualitas produkyang baik. Sistem pracetak telah banyak diaplikasikan di Indonesia, baik yang sistem dikembangkan di dalam negeri maupun yang didatangkan dari luar negeri. Sistem pracetak yang berbentuk komponen, seperti tiang pancang, balok jembatan, kolom plat pantai.Permasalahan mendasar dalam perkembangan system pracetak di Indonesia saat ini adalah : Sistem ini relatif baru Kurang tersosialisasikan jenisnya, produk dan kemampuan system pracetak yang telah ada Serta keandalan sambungan antarkomponen untuk system pracetak terhadap beban gempa yang selalu menjadi kenyataan Belum adanya pedoman resmi mengenai tatacara analisis, perencanaan serta tingkat kendalan khusus untuk system pracetak yang dapat dijadikan pedoman bagi pelaku konstruksi. PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK DI DUNIA Sistem pracetak berkembang mula-mula di negara Eropa. Struktur pracetak pertama kali digunakan adalah sebagai balok beton precetak untuk Casino di Biarritz, yang dibangun Oleh kontraktor Coignet,Paris1891. Pondasi beton bertulang diperkenalkan oleh sebuah Perusahaan Jerman, Wayss &reytag di Hamburg dan mulai digunakan tahun1906. Tahun 1912 beberapa bangunan bertingkat menggunakan system pracetak berbentuk komponen- komponen, seperti dinding. kolom dan lantai diperkenalkan oleh John.E.Conzelmann. Struktur komponen pracetak beton bertulang juga diperkenalkan di Jerman oleh Philip Holzmann AG, Dyckerhoff & Widmann G Wayss & Freytag KG, Prteussag, Loser dll. Sstem pracetaktahan gempa dipelopori pengembangannya di Selandia Baru. Amerika dan Jepang yang dikenal sebagai negara maju di dunia, ternyata baru melakukan penelitian intensif tentang system pracetak tahan gempa pada tahun 1991. Dengan membuat program penelitian bersama yang dinamakan PRESS ( Precast seismic Structure System). Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai pada Sebuah Hunian PERKEMBANGAN SISTEM PRACETAK DI INDONESIA Indonesia telah mengenal system pracetak yang berbentuk komponen, seperti tiang pancang, balokjembatan, kolom dan plat lantai sejaktahun1970an. Sistem pracetak semakin berkembang dengan ditandai munculnya berbagai inovasi seperti Sistem Column Slab (1996), Sistem L-Shape Wall (1996), Sistem All Load Bearing Wall (1997), Sistem Beam Column Slab (1998), Sistem Jasubakim (1999), Sistem Bresphaka (1999) dan sistem T-Cap (2000). PERMASALAHAN UMUM PADA PENGEMBANGAN SISTEM PRACETAK Tiga masalah utama dalam pengembangan sistem pracetak : Keandalan sambungan antar komponen Belum adanya suatu pedoman perencanaan khusus untuk sistem struktur pracetak Kerjasama dengan perencana di bidang lain yang terkait, terutama dengan pihak arsitektur dan mekanikal/elektrikal/plumbing. PENGERTIAN PRACETAK Pracetak dapat diartikan sebagai suatu proses produksi elemen sruktur/arsitektural bangunan pada suatu tempat atau lokasi yang berbeda dengan tempat/lokasi dimana elemen struktur/arsitektural tersebut akan digunakan. Teknologi pracetak ini dapat diterapkan pada berbagai jenis material, yang salah satunya adalah material beton. Beton pracetak sebenarnya tidak berbeda dengan beton yang sering dijumpai dalam bangunan pada umumnya, yang membedakan adalah proses produksinya. Beton pracetak dihasilkan dari proses produksi dimana lokasi pembuatannya berbeda dengan lokasi di mana elemen akan digunakan , sedangkan beton cor (cast in place) dimana produksinya berlangsung di tempat elemen tersebut akan ditempatkan.KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON PRACETAK Beton pracetak memiliki kelebihan dibandingkan beton cast in place sebagai berikut: Kecepatan dalam pelaksanaan pembangunannya Dicapai tingkat fleksibilitas dalam proses perancangannya Pekerjaan di lokasi proyek lebih sederhana. Pihak yang bertanggung jawab lebih sedikit Mempunyai aspek yang positif terhadap schedule, terutamakemudahan di dalam melakukan pengawasan dan pengendalian biaya serta jadwal pekerjaan Jumlah pekerja kantor proyek lebih sedikit. Demikian juga tenaga lapangan yang dibutuhkan untuk setiap unit komponen yang lebih kecil karena pekerjaan dapat dilaksanakan secara seri Menggunakan tenaga buruh kasar sehingga upah relative lebih murah Waktu konstruksi yang relative lebih singkat karena pekerja lapangan hanya mengerjakan cast in place kemudian menggabungkan dengan komponen – komponen beton pracetak Aspek kualitas, dimana beton dengan mutu prima dapat lebih mudah dihasilkan di lingkungan pabrik Produksinya hamper tidak terpengaruh oleh cuaca Biaya yang dialokasikan untuk supervise relative lebih kecil. Hal ini disebabkan oleh durasi proyek yang singkat. Kontinuitas proses konstruksi dapat terjaga sehingga perencanaan kegiatan lebih akurat. Mampu mereduksi biaya konstruksi Dapat dihasilkan bangunan dengan akurasi dimensi dan mutu yang lebih baik Kekurangan beton pracetak : Kerusakan yang mungkin timbul selama proses transportasi Dibutuhkan peralatan lapangan dengan kapasitas angkat yang cukup untuk mengangkat komponen konstruksi dan menempatkannya pada posisi tertentu. Biaya tambahan yang dibutuhkan untuk proses transportasi Munculnya permasalahan teknis dan biaya yang dibutuhkan untuk menyatukan komponen-komponen beton pracetak. Diperlukan gudang yang luas dan fasilitas curing. Diperlukan perencanaan yang detil pada bagian sambungan Diperlukan lapangan yang luas untuk produksi dalam jumlah yang besar Hanya melayani produksi dalam partai besar agar BEP. sumber : http://www.mujijayaganesha.com/ Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Striuktur Baja

Penjelasan Mengenai Beton Pracetak / Beton Precast Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Pengertian Kuda-Kuda dan Struktur Atap Pada Konstruksi Bangunan

Kuda – Kuda  Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang. Baca Juga : Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Untuk lebih mengenal fungsi kuda kuda kita akan uraikan sebagai berikut : Kuda2 berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu : Air Hujan Angin Genteng Reng Usuk dan list-plank Plafon dan beban dari kuda2 itu sendiri, adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh. Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas perlu dipasang balok horisontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok tarik. Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah olah masuk ke dalam. Baca Juga : Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung. Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi. Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah. Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horisontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung. Untuk detail lengkap dari kuda kuda kayu bisa dilihat disini.  Konstruksi kuda kuda kayu untuk rumah tinggal sederhana Sumber : Teknik Konstruksi Bangunan Gedung ( A. G Tamrin )  Atap Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya terhadap pengaruh panas, debu, hujan, angin atau untuk keperluan perlindungan. Bentuk atap berpengaruh terhadap keindahan suatu bangunan dan pemilihan tipe atap hendaknya disesuaikan dengan iklim setempat, tampak yang dikehendaki oleh arsitek, biaya yang tersedia, dan material yang mudah didapat. Baca Juga : 11 Tips Ampuh Membuat Ruang Kerja yang Nyaman Konstruksi rangka atap yang digunakan adalah rangka atap kuda-kuda. Rangka atap atau kuda–kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga berat sendiri dan sekaligus memberikan bentuk pada atap.  Pada dasarnya konstruksia kuda–kuda terdiri dari rangkaian batang yang membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan penutup atap, maka konstruksi kuda–kuda akan berbeda satu sama lain. Setiap susunan rangka batang haruslah merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja padanya tanpa mengalami perubahan. Baca Juga : Tips Desain Rumah Tahan Banjir sumber : http://myarchitektur.blogspot.co.id/

Pengertian Kuda-Kuda dan Struktur Atap Pada Konstruksi Bangunan Read More »