Informasi

Kontraktor Terbaik di Bali

Keuntungan Memakai Jasa Kontraktor

Berikut kami akan memaparkan apa saja keuntungan yang bisa didapatkan kalau dalam membangun rumah Anda memakai jasa kontraktor. Menggunakan jasa kontraktor dalam mewujudkan rumah Anda akan sangat menguntungkan dan resiko kerugian bisa diminimalkan. Biaya tambahan yang dikeluarkan hanyalah imbal balik untuk jasa si kontraktor yang menggantikan Anda selama membangun. Nah berikut kami berikan beberapa keuntungan yang didapat jika anda memakai jasa kontraktor : 1. Dengan adanya kontraktor dapat diketahui berapa anggaran biaya yang akan dikeluarkan. Jika Anda memutuskan mengurus sendiri maka Anda akan susah dalam menentukan jumlah biaya yang akan diperkirakan habis. 2. Bisa mendiskusikan desain dan denah yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran dana yang disiapkan. Hal ini akan memudahkan Anda dalam membangun rumah sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda. 3. Pengawasan atas pekerjaan tersistem dan disiplin. Anda tidak akan direpotkan dengan pusing dalam mengatur tukang dan bahan. 4. Tidak perlu susah payah mencari bahan material. Biasanya hal ini yang dikeluhkan oleh owner setelah memutuskan mengurus sendiri. Tukang butuh bahan ini harus ada, itu harus ada dan sebagainya. 5. Tidak perlu susah payah mencari dan mengawasi tukang bangunan. 6. Tidak perlu memikirkan keamanan material karena risiko ditanggung kontraktor. 7. Tidak perlu memikirkan soal teknis kontruksi dan tahapan pengerjaan. 8. Jika hasil pekerjaan kurang baik bisa komplain tanpa ada biaya tambahan. Nah sekarang bandingkan jika Anda mengurus sendiri, betapa ribetnya jika Anda juga ada pekerjaan lain yang harus diurus. Tapi tenang, kami akan memberikan beberapa tips jika Anda memutuskan untuk mengurus sendiri bangunan Anda, tapi tunggu artikel selanjutnya ya, semoga bermanfaat. Baca Juga : Analisa Memilih Batako atau Bata Merah sebagai Penutup Dinding Rumah

Keuntungan Memakai Jasa Kontraktor Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Membuat Pagar Rumah

Kali ini mari kita membahas tentang pagar rumah. Pagar rumah memiliki fungsi vital sebagai pengamanan bangunan rumah didalamnya. Walaupun fungsinya sebagai pengamanan, desain pagar tidak harus kaku tapi bisa disesuaikan agar sedap dipandang mata. Membuat desain pagar juga tidak sembarangan, Anda harus menyesuaikan dengan design rumah Anda. Kalau zaman dulu pagar rumah berfungsi sebagai perlindungan dari binatang buas atau orang jahat, seiring berkembangnya waktu kini pagar rumah juga dimaksudkan untuk menambah estetika dan keindahan rumah. Nah sebelum Anda membuat pagar, sebaiknya pertimbangkan dulu beberapa hal berikut ini: 1. Material Pagar Rumah Pemilihan material rumah merupakan salah satu element penting. Materialnya bisa berupa kayu, beton, logam, batu, ataupun tanaman. Untuk menentukan jenis bahan yang digunakan, perhatikan model rumah Anda dan buat agar serasi. Sebagai contoh ANTHARA Renovasi pernah mengambil kerjaan renovasi pagar seperti gambar. Melihat bentuk rumah didalamnya, kami memutuskan memakai material batu, kombinasi dari batu serai karangasem, susun sirih singaraja, camprot dan batu candi alur. Baca Juga : Desain Pagar Kayu Minimalis 2. Desain Pagar Rumah Desain pagar rumah juga harus direncanakan sebelumnya, dan sebaiknya tidak menenggelamkan wajah rumah secara utuh. Intinya, selalu utamakan keserasian dan keharmonisan. Pagar berdesain garis lurus cocok untuk rumah bergaya minimalis. Sedangkan untuk rumah bergaya klasik, pilih desain yang berlekuk dan memberi kesan mewah pada rumah. Nah disini kami membuat desain lurus dan ada permainan pilar-pilar. 3. Tinggi Rendah Pagar Rumah Pertimbangan lingkungan di mana Anda tinggal. Jika salah satu tujuan Anda menggunakan pagar untuk keamanan, tinggi rendah pagar mesti diperhitungkan. Lingkungan yang aman, tinggi pagar rumah bisa secukupnya saja. Sedangkan jika Anda tinggal di lingkungan yang kurang aman, pagar rumah yang tinggi menjadi pilihan tepat bagi Anda. pada proyek kami ini tinggi pagar kami ubah dari 174 cm menjadi 194 cm. 4. Warna Pagar Rumah Untuk warna pagar rumah, pilihlah cat pagar yang sesuai dengan warna rumah. Selain juga image yang ingin Anda tampilkan. Dan akan lebih baik lagi, jika warna pagar rumah sesuai atau senada dengan warna tembok depan dan keseluruhan wajah rumah. Dalam kasus kami, karena mengkombinasikan batu maka kami menggunakan warna hanya pada bagian camprot nya yakni memakai warna abu-abu. Baca Juga : Penjelasan Dinding Rooster Bali Nah segitu aja dulu tips dari kami, semoga bermanfaat dan tunggu tips dan info menarik seputar bangunan selanjutnya.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Membuat Pagar Rumah Read More »

Kontraktor di Bali

Aneka Macam Tangga dan Jenis-Jenis Desainnya

Disini saya akan berbagi tentang jenis tangga dan beberapa macam desainnya. Di dalam perencanaan suatu desain yang perlu diperhatikan adalah beberapa jenis tangga yang cocok untuk desain yang akan dipakai dalam rumah yang akan anda bangun. Tidak semua tangga cocok untuk desain rumah. Maka dari itu saya akan membagikan beberapa jenis tangga yang saya temukan. Baca Juga : 7 Inspirasi Plafon Unik untuk Langit – Langit Rumah 1. Tangga Berbelok Arah – Model L Disebut dengan Tangga Model L karena tangga ini berbentuk seperti huruf L yang pada bagian tertentu berbelok arah.Tangga Jenis ini banyak digunakan pada hunian minimalis modern karena hemat tempat dan pas. 2. Tangga Berbalik Arah – Model U  Tangga paling umum digunakan oleh masyarakat kekinian. Hampir sama dengan tangga model L, hanya saja tangga model ini pada ketinggian tertentu tidak hanya berbelok arah tapi berbalik arah dari arah datang. Tidak terlalu membutuhkan ruang seluas tangga model I ataupun U. Sangat umum digunakan di unit-unit perumahan yang rata-rata tidak terlalu luas. Ruang bawah tangga lebih luas dibandingkan dengan model I dan L, bahkan bisa digunakan untuk kamar mandi atau gudang. 3. Tangga Putar – Model Spiral  Tak memiliki lahan yang luas untuk menempatkan tangga? Gunakan tangga putar. Tangga putar ini kadang ada yang menyebutnya tangga spiral.Tangga ini adalah tangga yang paling hemat tempat. Biasanya hanya membutuhkan area tidak lebih dari 1,5mx1,5m. Sering digunakan sebagai tangga menuju loteng atau tempat jemuran. Penempatannya kadang-kadang di luar ruangan. Bahan material pembuat tangga ini biasanya dari besi karena relatif mudah untuk dibuat melengkung atau spiral. Lebar rata-rata anak tangga horizontal adalah 60 cm. sedang tinggi injakan anak tangga biasanya lebih tinggi dari tangga lain yaitu rata-rata 25 cm. Hanya untuk dilewati satu orang. Tangga ini lebih menekankan fungsi dari pada keindahan meskipun ada juga yang membuatnya tampil menarik. Demikian sedikit penjelasan tentang jenis-jenis tangga. Untuk lebih lengkap Anda bisa membeli buku-buku Ide Desain tangga yang lebih menarik dan kreatif. Semoga artikel ini bermanfaat. Baca Juga : Pagar Rumah Minimalis Batu Alam yang Artistik dan Elegan

Aneka Macam Tangga dan Jenis-Jenis Desainnya Read More »

Kontraktor di bali

Cara singkat membuat garis dinding di AutoCad

Kali ini kami akan berbagi tips mengenai Garis Dinding di program menggambar AutoCad. Dimana kalau digambar secara manual yakni dengan menggunakan tool “Offset” maka akan sangat lama. nah berikut ada cara cepatnya dengan tool Multiline Style dengan langkah-langkah yang sangat simple. Multiline Style berfungsi untuk membuat garis dinding pada gambar denah arsitektur pada Autocad.  Dalam penggambaran detail maka garis dinding terdiri dari pasangan bata dan pasangan plesteran dinding, sehingga jika digambar akan terdiri dari 4 garis. Untuk dinding dengan pasangan setengah bata maka tebal dinding sekitar 12 cm, jika ditambah plesteran kiri dan kanan dengan tebal masing-masing 1,5 cm maka tebal dinding termasuk plesteran adalah sekitar 15 cm.  Berikut langkah-langkahnya : 1. Klik Format, Mutiline Style, maka akan muncul dialog box (gambar 1). Pada kondisi awal sudah setingan multiline standart yang terdiri dari 2 garis saja, untuk membuat baru klik new, misal kita beri nama dinding tembok lalu tekan continue, maka akan muncul dialog box (gambar 2).  2. Kemudian pada tab elements klik add 2 kali sehingga terbentuk 4 layer garis. Kita ubah offset masing-masing layer, sesuai dengan multiline yang akan kita buat (catatan : satuan dalam meter). Berturut-turut dari layer paling atas kita ubah nilai offset : 0.075 tekan tab, ketik 0.06 tekan tab, ketik – 0.06 tekan tab, ketik – 0.075 tekan enter. Lalu tekan OK, jangan lupa pada pada multiline styles klik style dinding lalu klik set current lalu tekan OK. Nah selanjutnya tinggal digunakan saja.  3. Untuk menggunakan fungsi ini, klik Draw, Multiline Style. Kemudian ketik “J” terus enter lalu ketik “Z” terus enter lagi kemudian klik dimana titik mulai Anda menggambar sampai klik titik akhir Anda menggambar lalu tekan Enter/Esc. Maksud mengetik “J” dan “Z” itu adalah menentukan posisi titik as dari gambar tembok, Z = Zero (pas ditengah-tengah). 4. Selanjutnya Anda tinggal memanggil dari Draw trus Multiline Style. Atau cara singkatnya lagi, ketik “ML” lalu enter. Jadi dehhh  Terakhir, mungkin para senior sudah banyak tau cara ini tapi saya tau rasanya dulu saat tidak tahu hehehe. Semoga bermanfaat sob.

Cara singkat membuat garis dinding di AutoCad Read More »

Kontraktor di Bali

Analisis Keramik lantai meledak atau mengembung atau popping dan cara memperbaikinya.

Kali ini kami akan membahas salah satu permasalahan bangunan yang mungkin Anda pernah mengalaminya. Popping atau kondisi dimana keramik lantai mengembung atau pecah atau meledak sering terjadi pada rumah berlantaikan keramik. Kali ini kami akan membahas salah satu projec kami dimana kami diinstuksikan untuk memperbaiki masalah popping ini di salah satu cabang bank swasta di denpasar. Sebelum di teknis kerja, mari kita coba analisa kenapa masalah ini bisa terjadi. Pertama mari kita lihat kondisi lokasi msalahnya. Popping ini terjadi di lantai 2 sebuah gedung perbankkan. Ruangan ber AC, ada jendela kaca yang selalu tertututp korden. Areal popping ini di belakang counter Teller. Tidak ada barang-barang berat yang lalu lalang.  Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Struktur Baja Beton Kedua mari kita analisa dari awal, faktor-faktor apa saja yang memungkinkan menyebabkan terjadinya popping ini. Dari beberapa literatur yang saya baca, berikut adalah hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya: 1. Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik.  Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja yakni dag beton (karena ini lantai 2). Dari analisa di lapangan saya cenderung mendapat jawaban karena hal ini, itu karena saat keramik yang pecah kami bongkar dan saya coba pukul-pukul bekas spesinya terdengar suara kosong yang menandakan ada celah diantara spesi dan dag betonnya. hak tersebut menandakan campuran spesi nya tidak berfungsi dengan baik. pada kondisi ini kami tidak bisa mengatasi dengan membongkar semua lapisan spesinya karena memperhitungkan bagian yang terdengar kosong cuma di 1 keramik dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama dimana kami dituntut kerja cepat karena banknya tutup jam 6 sore sedangkan kami baru bisa masuk jam 4 sore jadi waktu kami terbatas. 2. Pada saat sebelum pemasangan,  keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air. Semestinya kesalahan ini tidak mungkin terjadi karena bangunan ini untuk perusahaan swasta yang notabene pengawasannya pasti ketat. 3. Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih.  Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain. Dan ini juga tidak mungkin, karena di lokasi pecahnya tidak ada barang yang terlalu berat paling berat cuma mesin penghitung uang dan sy sempat menggesernya dan sepertinya tidak akan menyebabkan keretakan itu. 4. Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen.  Saya amati bagian nat keramiknya saya rasa tidak ada masalah. 5. Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas. Mengingat lokasi pupping berada dalam ruangan berac dan jendelanya selalu ditutup korden, sepertinya kemungkinan kecil kalau deisebabkan karena pemuaian cuaca, pemuaian cuaca akan berpengaruh besar pada keramik outdoor. Nah dari analisis faktor-faktor penyebab popping diatas, yang paling mendekati penyebab popping di lokasi kerja kami adalah yang no 1. Agar pemasangan keramik bisa mengejar waktu kerja maka kami memakai semen MU 480 dimana memiliki kekuatan rekat yang tinggi dan cepat kering (bukan promosi). Pertama, satu orang tukang bertugas membongkar keramik yang meledak, sambil mengecek keramik yang lain dengan cara memukul-mukulnya, kalau terdengar suara kosong berarti keramik itu akan segera mengalami popping so kita bongkar aja sekalian. nah satu tukang lagi mempersiapkan adukan semen MU 480. Buat campurannya tidak terlalu encer tapi tidak terlalu kental. Kedua, setelah bongkaran selesai, satu orang langsung menurunkan bekas keramik dan membuangnya, tukang yang lain mulai memasang keramiknya, kami tidak merendam keramiknya karena dilokasi tidak memungkinkan tapi karena kami memakai semen MU480, faktor tanpa perendaman tidak akan menjadi masalah. Ketiga, karena semen MU480 ini cepat kering maka kami bisa langsung mengisi nat keramiknya tp dengan semen MU480 juga biar nyambung dan kebetulan nat yang lain warnanya warna semen. Baca Juga : Menghitung Kebutuhan Cat Tembok Done  Keempat, kami selalu menjaga kebersihan tempat kerja, jadi setelah selesai dikerjakan kami langsung bersih-bersih. Setelah beres kami melapor bahwa pekerjaan selesai dan pulang. Kami yakin dengan cara kerja kami menangani masalah popping ini karena kerjaan yang sama sebelumnya sudah berumur tiga tahun tetapi tidak terjadi masalah popping lagi. “It’s Work” heheeh. Demikian sharing yang bisa kami berikan kalau ada yang salah mohon dikoreksi dan Bagi Anda yang punya cara lain yang real telah dipraktekkan silahkan di sharing disini. 

Analisis Keramik lantai meledak atau mengembung atau popping dan cara memperbaikinya. Read More »