Tips

Kontraktor Terbaik di Denpasar

Kenapa Keramik pada Lantai Meledak?

Kali ini kami akan membahas salah satu permasalahan bangunan yang mungkin Anda pernah mengalaminya. Popping atau kondisi dimana keramik lantai mengembung atau pecah atau meledak sering terjadi pada rumah berlantaikan keramik Nah Kenapa Keramik Lantai Meledak? Kali ini kami akan membahas salah satu project kami dimana kami diinstuksikan untuk memperbaiki masalah popping ini di salah satu cabang bank swasta di denpasar. Sebelum di teknis kerja, mari kita coba analisa kenapa masalah ini bisa terjadi. Pertama mari kita lihat kondisi lokasi msalahnya. Popping ini terjadi di lantai 2 sebuah gedung perbankkan. Ruangan ber AC, ada jendela kaca yang selalu tertututp korden. Areal popping ini di belakang counter Teller. Tidak ada barang-barang berat yang lalu lalang.  Baca Juga : 12 Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Renovasi Rumah Kedua mari kita analisa dari awal, faktor-faktor apa saja yang memungkinkan menyebabkan terjadinya popping ini. Dari beberapa literatur yang saya baca, berikut adalah hal-hal yang mungkin menjadi penyebabnya: 1. Semen sebagai perekat keramik tak dapat berfungsi dengan baik.  Bisa jadi karena kualitas adukan semen dan pasir tersebut memang kurang bagus atau tidak seimbang perbandingannya hingga tak dapat mereka pada permukaan semen dan permukaan lantai kerja yakni dag beton (karena ini lantai 2). Dari analisa di lapangan saya cenderung mendapat jawaban karena hal ini, itu karena saat keramik yang pecah kami bongkar dan saya coba pukul-pukul bekas spesinya terdengar suara kosong yang menandakan ada celah diantara spesi dan dag betonnya. hak tersebut menandakan campuran spesi nya tidak berfungsi dengan baik. pada kondisi ini kami tidak bisa mengatasi dengan membongkar semua lapisan spesinya karena memperhitungkan bagian yang terdengar kosong cuma di 1 keramik dan akan membutuhkan waktu yang lebih lama dimana kami dituntut kerja cepat karena banknya tutup jam 6 sore sedangkan kami baru bisa masuk jam 4 sore jadi waktu kami terbatas. 2. Pada saat sebelum pemasangan Keramik tidak direndam terlebih dahulu di dalam air. Semestinya kesalahan ini tidak mungkin terjadi karena bangunan ini untuk perusahaan swasta yang notabene pengawasannya pasti ketat. 3. Lantai keramik tersebut memikul beban yang berlebih.  Biasanya terjadi pada ruangan yang difungsikan sebagai gudang, bengkel dan lain-lain. Dan ini juga tidak mungkin, karena di lokasi pecahnya tidak ada barang yang terlalu berat paling berat cuma mesin penghitung uang dan sy sempat menggesernya dan sepertinya tidak akan menyebabkan keretakan itu. 4. Bagian nat tidak seluruhnya terisi oleh semen.  Saya amati bagian nat keramiknya saya rasa tidak ada masalah. 5. Pemuaian karena kondisi cuaca yang berubah dari cuaca dingin ke cuaca panas.  Mengingat lokasi pupping berada dalam ruangan berac dan jendelanya selalu ditutup korden, sepertinya kemungkinan kecil kalau deisebabkan karena pemuaian cuaca, pemuaian cuaca akan berpengaruh besar pada keramik outdoor. Baca Juga : 12 Inspirasi Ruang Jemur untuk Rumah Sempit Nah dari analisis faktor-faktor penyebab pupping diatas, yang paling mendekati penyebab pupping di lokasi kerja kami adalah yang no 1. Agar pemasangan keramik bisa mengejar waktu kerja maka kami memakai semen MU 480 dimana memiliki kekuatan rekat yang tinggi dan cepat kering (bukan promosi). Pertama, satu orang tukang bertugas membongkar keramik yang meledak, sambil mengecek keramik yang lain dengan cara memukul-mukulnya, kalau terdengar suara kosong berarti keramik itu akan segera mengalami popping so kita bongkar aja sekalian. nah satu tukang lagi mempersiapkan adukan semen MU 480. Buat campurannya tidak terlalu encer tapi tidak terlalu kental. Kedua, setelah bongkaran selesai, satu orang langsung menurunkan bekas keramik dan membuangnya, tukang yang lain mulai memasang keramiknya, kami tidak merendam keramiknya karena dilokasi tidak memungkinkan tapi karena kami memakai semen MU480, faktor tanpa perendaman tidak akan menjadi masalah. Ketiga, karena semen MU480 ini cepat kering maka kami bisa langsung mengisi nat keramiknya tp dengan semen MU480 juga biar nyambung dan kebetulan nat yang lain warnanya warna semen. Keempat, kami selalu menjaga kebersihan tempat kerja, jadi setelah selesai dikerjakan kami langsung bersih-bersih. Setelah beres kami melapor bahwa pekerjaan selesai dan pulang. Kami yakin dengan cara kerja kami menangani masalah popping ini karena kerjaan yang sama sebelumnya sudah berumur tiga tahun tetapi tidak terjadi masalah popping lagi. “It’s Work” heheeh. Demikian sharing yang bisa kami berikan kalau ada yang salah mohon dikoreksi dan Bagi Anda yang punya cara lain yang real telah dipraktekkan silahkan di sharing disini.  Jika anda membutuhkan jasa dalam mendekor, membangun atau merenovasi rumah, anda bisa menggunakan jasa dari Haven Kontraktor. Haven Kontraktor merupakan salah satu kontraktor terbaik di Denpasar Bali yang bisa menjadi pilihan anda dalam melakukan pengerjaan dekor, membangun dan merenovasi rumah, dengan Garansi 2 Tahun dari Haven Kontraktor tentu dapat menjamin keamanan rumah anda.

Kenapa Keramik pada Lantai Meledak? Read More »

Kontraktor di Bali

17 Trik Simpel Menghasilkan Cat Unik Pada Dinding

Mengecat lazimnya hanya menggunakan kuas bulu atau kuas roll saja. Tapi sebenarnya ada banyak cara yang bisa dicoba untuk berkreasi saat mengecat. Dengan sedikit kreasi tersebut, hasil cat di dinding akan lebih menarik, unik dan antimainstream. Berikut 17 Trik Simpel Menghasilkan Cat Unik Pada Dinding Bisa Kamu Coba! 1. Desain dulu dengan pensil untuk kemudian dicat. Hasilnya tampak seperti nyata 2. Teknik cat ala batu bata. Gunakan selotip untuk membuat garis dulu barulah cat 3. Gunakan kain lalu tempelkan pada dinding 4. Kuas roll yang dibentuk juga hasilnya tak kalah menarik 5. Atau disikat sebelum kering untuk memberi efek garis 6. Untuk desain yang rumit, halangi tembok dengan kertas juga bisa 7. Bahkan untuk motif bunga-bunga Baca Juga : 4 Kelemahan Memakai Wallpaper pada Dinding 8. Cara mengecat yang berbeda dengan hasil yang beragam 9. Garis-garis juga membuat dinding lebih hidup dan cerah 10. Buat kamu yang ingin mempercantik dinding tanpa mengubah warna dasarnya 11. Kardus yang sudah digunting pun bisa digunakan 12. Menarik kan hasilnya? 13. Garis-garis kotak kecil dari bulu kuas yang kaku 14. Atau dari sapu juga bisa 15. Plastik mampu berikan efek alami yang menarik 16. Spon juga bisa untuk dikreasikan 17. Buat kamu yang suka macan tutul Baca Juga : Warna yang Bawa Hoki sesuai Ilmu Feng Shui Sumber : Brilio Jika anda membutuhkan jasa dalam mendekor, membangun atau merenovasi rumah anda bisa menggunakan jasa dari Haven Kontraktor. Haven Kontraktor merupakan salah satu kontraktor terbaik di Denpasar Bali yang bisa menjadi pilihan anda dalam melakukan pengerjaan mendekor, membangun dan merenovasi rumah, dengan Garansi 2 Tahun dari Haven Kontraktor tentu dapat menjamin keamanan rumah anda.

17 Trik Simpel Menghasilkan Cat Unik Pada Dinding Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin

Penyebab ubin keramik atau porselen tampak kotor biasanya adalah jamur atau lumut pada nat. Simak cara membersihkan sela-sela porselen kamar mandi di sini. Ubin keramik atau porselen tidak hanya memperindah lantai dan dinding kamar mandi serta dapur, namun juga membuatnya lebih mudah dibersihkan karena permukaannya yang rata, halus, dan tahan air. Membersihkan nat sama pentingnya dengan membersihkan ubin karena lantai atau dinding tidak akan tampak sepenuhnya cemerlang tanpa nat yang bersih.  Noda, lumut, atau jamur mungkin tidak akan terlalu terlihat pada nat gelap, tetapi pada nat putih atau abu-abu, noda akan lebih terlihat. Berbeda dari ubin yang cukup dilap dengan cairan pembersih lantai, nat perlu disikat dengan produk khusus pembersih nat keramik. Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan kamar mandi jika Anda tahu cara yang efisien. Berikut Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin. Baca Juga : Keunggulan Kayu Bengkirai Pada Sebuah Hunian Rekomendasi kami Produk karbol ampuh menjaga ubin dan nat di kamar mandi selalu bersih dan berkilau. Gunakan produk pembersih yang dirancang khusus untuk kamar mandi, seperti Domestos, guna memastikan keramik atau porselen dan nat di kamar mandi Anda bebas kuman, jamur, dan lumut. Kalau Anda enggan menggunakan produk karbol atau pemutih, Anda bisa meracik bahan pembersih lantai Nat mudah dibersihkan dengan zat yang bersifat asam dan zat pemutih alami. Campuran cuka dan bubuk soda kue cocok untuk tujuan ini. Langkah-langkah membersihkan nat Cara paling ampuh untuk mengangkat kotoran dan noda pada nat secara maksimal adalah dengan mengoleskan atau menyemprotkan produk pembersih dan mendiamkannya beberapa saat supaya bekerja efektif sebelum menggosoknya hingga bersih.Baca aturan pakai produk pembersih dan tes terlebih dulu di area kecil yang tersembunyi guna mengetahui apakah ada reaksi negatif terhadap permukaan yang dibersihkan. Berikut ini tahap-tahapnya: 1. Sapu ubin lantai atau lap ubin di dinding guna menyingkirkan tumpukan debu. 2. Oleskan atau semprotkan produk pembersih nat keramik hingga menutup semua bagian nat.  Anda mungkin perlu mengoleskan atau menyemprotkan pembersih beberapa kali untuk kotoran yang membandel. Anda tidak perlu memakai produk ini pada permukaan porselen atau keramik, cukup di sepanjang sela-sela antarubin. Baca Juga : Kenapa Keramik Lantai Meledak? 3. Diamkan selama kurang lebih 30 menit. Waktu ini cukup untuk melunakkan noda sehingga mudah dikelupas. 4. Gunakan sikat yang berbulu agak keras untuk menggosok nat. Toko-toko bahan bangunan menjual sikat khusus nat atau Anda bisa memakai sikat gigi bekas yang bulu-bulunya masih tegak. 5. Bilas lantai atau dinding dengan air bersih lalu keringkan. Untuk noda membandel, Anda mungkin perlu mengulangi proses di atas sampai memperoleh hasil yang lebih baik. Sumber : Cleani Pedia Baca Juga : Material Batu Alam untuk Tampilan Depan Rumah Minimalis yang Elegan

Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin Read More »

Kontraktor di Bali

Tips Desain Rumah Tahan Banjir

Mengantisipasi bencana banjir yang terkadang datang secara mendadak karena faktor hujan yang terus menerus, atau karena sungai meluap maka diperlukan desain rumah yang tahan terhadap ancaman banjir. Berikut adalah Tips Desain Rumah Tahan Banjir! Baca Juga : 17 Trik Simpel Menghasilkan Cat Unik Pada Dinding Rumah 1. Mendesain Rumah Menggunakan Pondasi yang Tinggi Pondasi rumah yang tinggi akan menghambat jalannnya air masuk ke dalam rumah Anda dengan menimbun lokasi pondasi terlebih dahulu dengan tanah. Ketinggian pondasi sekitar 40 – 50 cm di atas jalan yang berada tepat di depan rumah anda. 2. Mendesain Rumah Panggung Desain rumah panggung biasanya terbuat dari bahan papan. Rumah panggung juga dapat didesain dengan menarik seperti layaknya rumah dan gedung modern. Maka dari itu diperlukan kreatifitas yang tinggi untuk menciptakan dan mengabungkan beragam nuansa dan tema rumah panggung natural, maka rumah panggung akan terlihat menarik dan memiliki nilai estetika yang tinggi. Baca Juga : 5 Tips Menata Apartemen Mungil agar Terkesan Luas 3. Mendesain Rumah Bertingkat Jika Anda berada di sebuah daerah yang sering terjadinya banjir, buatlah rumah anda dengan model rumah bertingkat. Model rumah seperti itu cocok juga dibangun pada kawasan lahan yang sempit. Pertimbangkan pula pemilihan bahan untuk membangun rumah bertingkat. Untuk rumah bertingkat yang terbuat dari papan akan jauh lebih tahan terhadap bencana banjir dan gocangan gempa bumi, sementara untuk rumah bertingkat yang terbuat dari batu, akan sangat berbahaya apabila bangunan rumah runtuh. Itulah Cara Mendesain Rumah yang Tahan Banjir barangkali bisa menjadi masukan dan ide untuk desain rumah idaman Anda.  Sumber : http://desaindesainrumah.com/ Baca Juga : 7 Tips Berguna untuk Mendekorasi Rumah Mungil

Tips Desain Rumah Tahan Banjir Read More »

Kontraktor di Bali

Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa

Gempa bumi adalah sebuah fenomena getaran yang dikaitkan dengan kejutan yang terjadi pada kerak bumi. Beban kejut ini disebabkan oleh banyak hal, misalnya benturan pergesekan kerak bumi yang mempengaruhi permukaan bumi. Lokasi gempa bumi disebut sebagai fault zones. Kejutan berkaitan dengan benturan tersebut akan menjelma menjadi gelombang yang sifatnya menjalar. Pada saat bangunan bergetar maka timbul gaya-gaya pada struktur bangunan karena adanya kencenderungan massa bangunan untuk mempertahankan dirinya dari gerakan. Gaya yang timbul ini disebut dengan gaya inersia. Baca Juga : Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Dalam membangun rumah tahan gempa, perlu menerapkan perencanaan denah, pondasi, dan struktur bangunan. Adapun prinsip-prinsip bangunan tahan gempa adalah sebagai berikut ini. Perencanaan gedung tanggap gempa tentu saja harus sederhana dan kompak. Struktur bangunan tahan gempa harus dapat menerima beban dan bagian bangunan yang tidak menerima beban harus dianggap sebagai satu kesatuan yang saling mempengaruhi. Bangunan tahan gempa harus memiliki volume yang ringan. Makin berat bangunan maka makin besar daya massa jika terjadi gempa bumi. Makin tinggi gedung yang dibangun, maka harus makin ringan. Kontruksi atap yang berat dapat membahayakan struktur yang berada di bawahnya. Struktur bangunan tahan gempa yang direncanakan haruslah sesederhana mungkin, sehingga jalur gaya vertikal maupun horizontal dapat dimengerti dengan sangat mudah. Struktur yang sederhana akan membuat bangunan tahan pada kondisi gempa yang keras. Denah bangunan tahan gempa sebaiknya adalah simetris dengan bentuk segi empat atau lingkaran. Struktur vertikal harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dapat menerima beban vertikal paling besar. Makin besar gaya vertikal maka makin tahan terhadap gaya gempa (seismik horizontal) dan momen puntiran. Tinggi bangunan tahan gempa sebaiknya tidak melebihi empat kali lebar bangunan. Struktur bangunan sebaiknya bersifat monolit, berarti seluruh struktur bangunan dikonstruksikan dengan bahan bangunan yang sama karena pada saat gempa terjadi bahan bangunan akan berbeda saat menerima reaksi dari gempa Ketebalan plat dan ketinggian dinding balok sebaiknya lebih besar dari biasanya sehingga dapat menghindari getaran vertikal sejauh mungkin. Balok tidak boleh dibuat dengan lebih lebar dari tiang yang ada pada tumpuan agar tidak terjadi tegangan hambatan. Ringbalk horizontal pada setiap tingkatan dengan batang tarik diagonal dapat meningkatkan kestabilan gedung. Pondasi yang dimiliki haruslah yang sederhana dan sekuat mungkin tidak akan patah pada saat gempa bumi. Sebaiknya Anda memilih pelat lantai beton bertulang atau pondasi lajur kali dengan sloof beton bertulang. Reaksi bangunan pada saat gempa terjadi bergantung pada cara pembangunan dan bukan pada tahap perencanaan. Maka sangatlah penting bagi Anda untuk memanajemen pembangunan rumah tahan gempa dan menjamin setiap bahan bangunan yang dipakai adalah berkualitas baik. Perubahan dan penambahan bangunan haruslah dilakukan secara cermat dan terutama dalam aspek ketahanan gempanya, karena dapat merubah kestabilan gedung terhadap gempa. sumber : http://www.rumahbangun.com/ Baca Juga : Teras Rumah Minimalis dengan Material Kayu

Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

Perencanaan Bangunan Tahan Gempa

“Earthquake did not kill people, but the bad building did it”. Gempa bukan bencana yang mematikan, tapi bangunan yang buruklah yang membunuh manusia. Data- data terakhir yang berhasil direkam menunjukkan bahwa rata- rata setiap tahun ada 10 gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan yang cukup besar di Indonesia.  Sebagian terjadi pada daerah lepas pantai dan sebagian lagi pada daerah pemukiman. Pada daerah pemukiman yang cukup padat, perlu adanya suatu perlindungan untuk mengurangi angka kematian penduduk dan kerusakan berat akibat goncangan gempa. Dengan menggunakan prinsip teknik yang benar, detail konstruksi yang baik dan praktis maka kerugian harta benda dan jiwa menusia dapat dikurangi. Baca Juga : Prinsip Dasar Bangunan Tahan Gempa Gempa yang terjadi dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu :gempa ringan, sedang, dan besar. Gempa ringan yang terjadi tidak mengakibatkan efek yang berarti pada struktur,  Gempa sedang sedikit berakibat pada struktur tapi masih aman, Dan untuk gempa yang besar, sudah mengakibatkan kerusakan pada struktur, tapi strukturnya masih tetap berdiri dan tidak roboh. Itulah pentingnya perencanaan bangunan tahan gempa, agar bangunan yang kita tempati aman, stabil, dan tidak mudah roboh saat terjadi gempa. Berikut ini ada prinsip- prinsip yang dipakai dalam perencanaan bangunan tahan gempa : 1. Pondasi : Membangun pondasi memang sederhana, tapi pondasi yang kuat memerlukan pengetahuan yang cukup. Sehingga fondasi bangunan yang baik haruslah kokoh dalam menyokong beban dan tahan terhadap perubahan termasuk getaran. Penempatan fondasi juga perlu diperhatikan kondisi batuan dasarnya.Pada dasarnya fondasi yang baik adalah seimbang atau simetris. Dan untuk pondasi yang berdekatan harus dipisah, untuk mencegah terjadinya keruntuhan local (Local Shear). 2. Desain Kolom Kolom harus menggunakan kolom menerus (ukuran yang mengerucut/ semakin mengecil dari lantai ke lantai). Dan untuk meningkatkan kemampuan bangunan terhadap gaya lateral akibat gempa, pada bangunan tinggi (high rise building) acapkali unsur vertikal struktur menggunakan gabungan antara kolom dengan dinding geser (shear wall). 3. Denah Bangunan Bentuk Denah bangunan sebaiknya sederhana, simetris, dan dipisahkan (pemisahan struktur). Untuk menghindari adanya dilatasi (perputaran atau pergerakan) bangunan saat gempa. Namun dilatasi ini pun menimbulkan masalah pada bangunan yaitu : 2 atau beberapa gedung yang dilatasi akan mempunyai waktu getar alami yang berbeda, sehingga akan menyebabkan benturan antar gedung, Ketidak efektifan dalam pemasangan interior, seperti : plafond, keramik, dll Perlunya konstruksi khusus (balok korbel).  4. Bahan bangunan harus seringan mungkin Berat bahan bangunan adalah sebanding dengan beban inersia gempa. Sebagai contoh penutup atap GENTENG menghasilkan beban gempa horisontal sebesar 3X beban gempa yang dihasilkan oleh penutup atap SENG. Sama halnya dengan pasangan dinding BATA menghasiIkan beban gempa sebesar 15X beban gempa yang dihasilkan oleh dinding KAYU. 5. Struktur Atap Jika tidak terdapat batang pengaku (bracing) pada struktur atap yang menahan beban gempa dalam arah horizontal, maka keruntuhan akan terjadi seperti, diperlihatkan pada gambar berikut: 6. Konsep Desain Kapasitas (Capasity Design) Konsep Desain Kapasitasadalah dengan meningkatkan daktalitas elemen- elemen struktur dan perlindungan elemen- elemen struktur lain yang diharapkan dapat berperilaku elastik. Salah satunya adalah dengan konsep “strong column weak beam”. Dengan metode ini, bila suatu saat terjadi goncangan yang besar akibat gempa, kolom bangunan di desain akan tetap bertahan, sehingga orang- orang yang berada dalam Gedung masing mempunyai waktu untuk menyelamatka diri sebelum Bangunan roboh seketika. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendesain kolom yang kuat antara lain : Pengaturan jarak antar sengkang,  Peningkatan mutu beton, dan  Perbesaran penampang.  Serta untuk struktur bangunan dengan baja, bisa dimodifkasi sambungan hubungan antara balok dengan kolom. Berikut ini adalah ilustrasi pembentukan sendi plastis dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Tiap Negara mempunyai desain sendiri dalam merencanakan tingkat daktilitas untuk keamanan bangunan yang mereka bangun, hal ini tergantung dari letak geologi negara masing- masing. Misalnya Jepang yang menerapkan tingkat daktilitas 1. Dengan desain ini, bangunan di desain benar- benar kaku (full elastic). Berikut ini adalah macam- macam tingkat daktlitas beserta kondisi yang ditimbulkan : a. Daktilitas 1 : Keadaan elastis, dengan konsep ini tulangan di desain besar- besar untuk membuat bangunan menjadi kaku (full elastic). Contohnya : Jepang. Konsekuensinya, saat gempa melebihi rencana, maka Gedung akan langsung roboh tanpa memberi tanda (peringatan) terlebih dahulu. Kalo kata Dosen saya, ini Konsep desain bangunan yang ‘menantang’ kekuatan Tuhan. Hhehehehehe… b.  Daktilitas 2 : Keadaan Plastis (intermediete) c. Daktilitas 3 : Keadaan plastis dengan struktur yang daktil, perecanaan struktur dengan metode Capasity Design. Nah, ini dia yang menjadi dasar perencanaan bangunan tahan gempa di Indonesia, yaitu dengan pembentukan sendi plastis di balok, sehingga saat ada gempa Bangunan akan memberi ‘tanda’ atau peringatan terlebih dahulu, sehingga orang- orang dalam gedung mempunyai waktu untuk menyelamatkan diri. Berikut ini contoh kegagalan bangunan akibat kolom yang lemah (soft story) : Bayangkan… Ini terjadi di Kantor DPU Padang looh… (Kantornya orang- orang ahli bangunan) Soft story adalah istilah yang sering digunakan dalam pembahasan tentang struktur gedung tahan gempa. Soft story kalo diterjemahkan mentah-mentah ya artinya lantai lunak. Maksudnya? Apakah berarti ada juga istilah Hard Story? Hehehe… Sekedar analogi, kita bisa misalkan gedung bertingkat sebagai lapisan-lapisan batu bata yang ditumpuk di atas sebuah meja. Tiap lapisan batu bata merinpresentasikan lantai gedung. Sementara itu ada tumpukan batu bata lain. Tapi di tengah- tengah tumpukan tersebut, ada satu lapisan yang batu batanya mempunyai rongga yang cukup besar di dalamnya. Kasus kegagalan bangunan di atas terjadi saat Gempa di Padang beberapa tahun lalu, terlihat kan…? bahwa bangunannya memang kurang direncanakan dengan matang. Seperti iniloh ilustrasinya… Baca Juga : Tips Desain Rumah Tahan Banjir Sekarang, misalkan kita guncang meja tersebut ke arah horizontal secara acak dan bolak balik. Dengan goncangan yang sama, ternyata kedua tumpukan batu mempunyai perilaku yang berbeda. Tumpukan pertama bisa saja masih bertahan selama goncangan berlangsung. Akan tetapi tumpukan kedua sudah runtuh akibat lapisan batu bata “palsu” yang ada di tengah-tengah tadi yang tidak kuat menahan gaya dorong “fiktif” yang bekerja secara lateral dan bolak balik.Lapisan batu bata lunak ini bisa di interpresentasikan sebagai soft story. Jika lapisan lunak ini berada di lantai paling atas, tentu bukan masalah. Justru yang jadi masalah adalah kalau lantai lunak ini berada pada lapisan atau lantai yang paling bawah. Dan.. kenyataannya memang seperti ini yang banyak dijumpai di lapangan. Mengapa demikian? Berikut ini kami coba berikan dua contoh faktor yang menyebabkan keruntuhan karena pengaruh soft story. A. Kekakuan Dinding Bata Diabaikan. Gedung-gedung tinggi yang bertipe

Perencanaan Bangunan Tahan Gempa Read More »

Kontraktor Bali

3 Cara agar Rumah (Ruko) Tetap Dingin

Indonesia adalah negara yang beada di iklim tropis, mengenal 2 musim panas dan dingin. Saat musim panas, suhu udara di dalam rumah sangatlah terasa panas, apalagi saya tinggal di tengah2 kota. Begitu juga di kantor yang berada di ruko, hampir semua ruko yang berada di kota medan ini menggunakan AC. Seperti kita ketahui, AC adalah pendingin udara yang sangat tidak ramah lingkungan dan kesehatan, serta boros listrik dan uang. Rumah tinggal di daerah pinggiran kota dan di dalam kota tentu saja berbeda suhu ruangnya, disini saya tidak membahas yang di pinggiran kota atau pedesaan, untuk itu saya coba mengambil contoh Rumah TOKO (RUKO) sebagai media yang pada umumnya berada di perkotaan.  Baca Juga : 5 Trik Simpel Membuat Ruang Tamu Terlihat Lebih Luas Berikut adalah Tips dan cara agar rumah menjadi dingin/sejuk tanpa AC: 1. Posisi Jendela Ukuran Besar Sirkulasi udara adalah hal yang sangat penting agar mendapatkan rumah dingin, untuk itu posisi jendela ssangatlah penting untuk memperlancar sirkulasi udara. pemasangan jendela sebaiknya dilakukan berhadapan dengan tujuan agar udara yang berhembus masuk akan langsung keluar melalui jendela yang lain nya, Alangkah baiknya jika jendela berhadapan dengan pintu utama. ini biasanya disebut ventilasi silang (cross ventilation ) Ruko pada umumnya berada di tepi jalan karena susuai fungsinya sebagai tempat usaha dan tinggal tentu saja tidak terlepas dari debu yang berterbangan, Karena itu, sebaiknya anda mengunakan tirai jendela anti debu magnetik, juga berfungsi sebagai anti nyamuk. atau biasa disebut tirai kelambu/kasa. Baca Juga : Motif Lantai Granit Rumah Modern 2. Tanaman Penghijau Namanya juga Ruko, dimana mau menanam tanaman? paling juga di lantai atap (roof). Anda benar.. Green roof, itu namanya, yang artinya atap hijau. Untuk ruko berlantai 2 cor,  tentu saja atapnya akan terasa sangat tengah hari. ini salah satu faktor suhu ruang dibawahnya naik. jika tidak percaya, coba saja anda pegang lantai atap, heheh.. biasanya sebagian dari mereka menyiram nya dengan air. untuk di linkungan saya, sebagian menanam pohon cangkokan seperti mangga atau sawo. Sebenarnya tanaman sejenis ini tidaklah baik karena pohon yang di cangkok memiliki daun yang sedikit dan tidak rimbun sehingga tidak dapat menghalang sinar matahari secara maksimal. malah kebalikannya, tanaman yang berdaun rimbun jika daunnya berguguran, kelihatan kotor dan dapat menyebabkan saluran pembuangan menjadi tersumbat. 3. Tinggi Rumah, Plafon dan Exhaust fan Untuk sebuah ruko, minimal tinggi rumah haruslah 3m sampai 4,5m. Tujuan tinggi rumah agar tekanan udara cepat naik ke atas. Jika air menekan ke segala arah, lain pula dengan udara yang bergerak ke arah yang lebih tinggi. Semakin tinggi ruangan anda, maka semakin cepat udara naik keatas dan suhu ruangan anda akan semakin rendah. Jika tinggi rumah sudah terpenuhi, pasanglah plafon di atap ruangan. Plafon dengan design yang menarik sebenarnya memiliki fungsi utama yaitu agar ada celah antara ruangan anda dengan langit2 ruangan. celah tersebut berguna untuk menagkap udara yang panas sehingga ada perbedaan udara antara ruangan dengan celah.  Coba kita perhatikan saja jika terjadi kebakaran, tentu saja angin menjadi kencang, itu adalah efek dari udara yang bergerak ke tempat yang lebih panas. Baca Juga : Menyulap Rumah Sederhana Agar Terlihat Mewah dengan Penggunaan Batu Alam Demikianlah 3 cara agar rumah ruko menjadi dingin tanpa AC, semoga ini dapat bermanfaat bagi anda. Anda bisa memilih salah satu cara diatas sesuai kondisi rumah dan kantong anda.  sumber : renovasirumahmedan.blogspot.com

3 Cara agar Rumah (Ruko) Tetap Dingin Read More »

Kontraktor Terbaik di Bali

6 Cara Mengecat Rumah Sendiri Tanpa Tukang

Apakah anda merasa suasana rumah anda membosankan? Anda ingin merubahnya dengan  mengganti warna cat dinding? Apakah anda merasa sedikit ribet dengan adanya tukang cat? Apakah anda ingin sedikit berolah raga dan berekspresi dengan tata warna rumah? Tidak perlu memakai jasa tukang cat, Anda pun bisa melakukannya sendiri untuk lebih menghemat biaya. Jika perlu libatkan keluarga anda ketika libur ketika pengecatan rumah anda tersebut. Kami ingin berbagi beberapa tips dan cara mengecat rumah anda sendiri tanpa tukang. Meski kami adalah perusahaan kontraktor yang juga menyediakan kebutuhan cat-cat rumah anda untuk eksterior dan interior juga menyediakan jasa pengecatan, ini lah kami akan membagikan beberapa tips cara mengecat dinding rumah. Baca Juga : 17 Trik Menghasilkan Cat Unik pada Dinding Rumah Kamu Tentu kami berharap agar tips cara pengecatan ini bisa membantu anda dalam mengganti warna cat rumah anda sehingga menjadi lebih sesuai selera seni dan kenyamanan anda serta lebih bisa menghadirkan suasana yang baru yang lebih segar. 1. Bersihkan Dinding Pastikan permukaan dinding yang akan anda cat ulagn bersih dari debu. Bersihkan debu dan kotoran yang menempel pada area dinding. Kotoran pada dinding ini sangat wajib dihilangkan. Debu, kotoran dan noda minyak akan membuat hasil akhir cat tidak halus dan merata. Berishkan dengan air yang dicampur dengan deterjen berformula lembut dan spons selulosa. Gosok-gosokkan spons ke dinding hingga bersih, lalu bilas dengan air untuk menghilangkan residu sabun. 2. Lindungi Bagian yang Tak Ingin Dicat dengan Lakban Pembatas antara dinding dan lantai, jendela dan bingkai jendela biasanya harus ditutupi agar tidak terkena noda cat. Lindungi bagian rumah yang tak ingin dicat dengan lakban atau pita perekat saat pengecatan. Setelah selesai, segera cabut pita perekat sebelum cat dinding mengering agar cat tidak ikut tercabut. 3. Tutup Retakan pada Dinding Gunakan plamir (dempul tembok) untuk menutup celah atau retak pada dinding, lalu ratakan sampai halus menggunakan amplas. Oleskan juga primer cat, sejenis cairan yang diaplikasikan sebelum pengecatan agar didapatkan hasil akhir yang rata dan mengkilap. Baca Juga : Warna Rumah yang Bisa Bawa Hoki Sesuai Feng Shui 4. Gunakan Kuas Kecil pada Bagian yang Sempit Alat pengecat berupa roller tidak bisa diaplikasikan di semua bagian dinding, hanya pada area yang luas saja. Sementara untuk area yang sulit seperti sudut ruangan, gunakan kuas kecil selebar dua inci. 5. Gunakan Teknik  Gerakan ZigZag Trik mengecat dengan rata adalah dengan membuat gerakan zig-zag dari atas ke bawah berulang kali sampai dinding tertutup rata. Setelah 2-3 jam baru lapisi kembali dengan cat agar lebih mulus hasilnya. Roller bisa digunakan untuk meratakan warna permukaan dinding. 6. Ulangi Lagi Jika Perlu Bila hasil pengecatan masih kurang sempurna, ulangi sekali lagi dan pastikan proses yang kedua ini berhasil dengan baik. Bila cipratan cat jatuh ke lantai, segera bersihkan dengan lap basah. Demikian postingan tentang 6 cara mengecat rumah Sendiri tanpa tukang. sumber : http://nikifour.co.id/ Baca Juga : Desain Rumah Bali Modern Minimalis

6 Cara Mengecat Rumah Sendiri Tanpa Tukang Read More »

Kontraktor Denpasar

6 Jenis Kaca untuk Rumah yang Perlu Diketahui

Kaca adalah salah satu material rumah yang pasti selalu ada, utamanya sebagai jendela. Tapi kini, penggunaan kaca semakin meluas. Kaca juga biasa digunakan sebagai material untuk pintu, furnitur, railing tangga, shower box, kanopi, table top, dan bahkan panel dinding. Tapi, bagaimana memilih jenis kaca yang tepat? Simak penjelasan setiap jenis kaca berikut ini. Baca Juga : Desain Kaca Kamar Mandi Minimalis Modern 1. Kaca bening Kaca bening sering disebut juga dengan kaca polos, karena tidak berwarna, rata, dan bebas distorsi. Karenanya, kaca ini bisa menghasilkan bayangan sempurna sampai lebih dari 90%. Kaca jenis ini tidak dianjurkan untuk eksterior bangunan bertingkat karena rendahnya kemampuan menahan panas dan sinar matahari. Ketebalan kaca bening terdiri atas 5 mm, 6 mm, dan 8 mm. Ketebalan ini dipilih sesuai dengan ukuran yang akan dibuat. Semakin besar ukurannya, maka sebaiknya menggunakan kaca yang tebal. 2. Kaca berwarna (tinted glass) Kaca ini sering disebut dengan kaca rayban. Untuk memberikan warna, kaca polos dilapisi dengan lembaran warna yang terbuat dari campuran logam. Kaca rayban mampu menahan panas dan sinar matahari sampai 55%, sehingga mengurangi beban pendingin ruangan dan menjaga privasi penghuninya. Untuk menambah tingkat kegelapannya, kaca rayban bisa dilapisi sampai beberapa kali. Kaca rayban tidak hanya berwarna hitam, tetapi juga warna biru gelap, biru kehijauan, abu-abu gelap, tembaga, dan hijau gelap. 3. Kaca es Kaca es adalah jenis kaca yang salah satu sisinya bertekstur. Tekstur ini dihasilkan saat adonan kaca mulai dicetak dengan roll yang memiliki pola tertentu. Kaca jenis ini memiliki efek dekoratif dan mengaburkan bayangan. Selain itu, berkat teksturnya kaca es juga mampu mengurangi sinar matahari yang diterima sehingga ruangan tidak silau.Belakangan, masyarakat lebih suka memasang stiker kaca es, daripada membeli kaca es yang asli. Stiker kaca es atau kaca film memang lebih murah, tapi memiliki manfaat yang sama baiknya. Kaca es lebih banyak digunakan untuk interior, misalnya sebagai partisi, pintu kamar mandi, pintu kabinet, dan shower box.4. Kaca cermin/one way Kaca cermin atau kaca reflektif adalah kaca yang mengurangi sifat tembus pandang dari salah satu sisi. Kaca jenis ini juga biasa disebut dengan kaca one way, karena akan terlihat trasnparan di satu sisi, tetapi terlihat seperti cermin di sisi lainnya. Kaca cermin dibuat dengan tambahan lapisan oksida logam, melalui proses pyrolisis. Kaca ini sangat sesuai untuk Anda yang menginginkan privasi terjaga. Baca Juga : Teras Rumah Minimalis dengan Material Kayu 5. Kaca tempered Kaca tempered memiliki kekuatan yang sangat tinggi, mencapai 3—5 kali liat dari kaca biasa. Kaca temperedmampu menahan beban angin, berat, dan tekanan yang lebih tinggi. Kaca ini dibuat dengan memanaskannya lalu didinginkan secara mendadak. Secara visual, tidak ada yang berbeda dari kaca ini, sehingga tampilannya tetap terjaga. Kaca tempered juga sangat aman saat pecah, karena pecahannya bulat dan tumpul.Jika Anda menginginkan pintu tanpa frame, railing, dan dinding dari kaca, sebaiknya menggunakan kacatempered ini. Tetapi, Anda harus membeli kaca tempered dengan ukuran jadi. Karena kaca jenis ini tidak bisa diberi proses lebih lanjut yang akan mengurangi kualitasnya. 6. Kaca laminasi Kaca laminasi adalah jenis kaca yang sangat aman, karena diberi pelapis yang membuatnya sulit retak dan pecah. Kaca laminasi sangat sulit ditembus, karenanya kaca ini dulu banyak digunakan untuk alat transportasi umum, misalnya bis dan kereta api. Kaca laminasi dilapisi lembaran polofinil transparan yang menahan kaca agar tidak pecah. Bahkan meskipun sudah ada bagian yang pecah, kaca ini tetap menempel pada rangka dan sulit ditembus.Kaca laminasi banyak digunakan untuk balkon, skylight, anak tangga, dan tempat lainnya yang membutuhkan keamanan. Meskipun terkesan aman, Anda tetap perlu berhati-hati. Jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran di dalam rumah, bisa jadi penghuni akan terjebak akibat kaca yang sulit dipecahkan. Baca Juga : 7 Inspirasi Plafon Unik untuk Langit – Langit Rumah Unik Material kaca memang semakin digemari, seiring dengan meningkatnya selera masyarakat pada bangunan minimalis. Tentukan dulu apa kebutuhan Anda, lalu pilih mana kaca yang pas. sumber : http://rooang.com/

6 Jenis Kaca untuk Rumah yang Perlu Diketahui Read More »

Kontraktor Terbaik di Denpasar

Fungsi Keramik sebagai Finishing Ruangan

Fungsi keramik menjadi semakin jelas ketika kita membicarakan finishing ruang. Dalam proses kerja konstruksi bangunan tahap finishing berhubungan dengan berbagai aktifitas memberi sentuhan akhir. Seperti pemasangan kaca, dan berbagai elemen dekoratif. Sebagai Penutup lantai : Tampaknya fungsi keramik yang paling popular adalah sebagai penutup lantai. Berbagai jenis bentuk dan ukuran keramik untuk penutup lantai dapat anda temukan di pasaran. Jangan salah mengenali keramik yang digunakan untuk menutup lantai dengan yang digunakan untuk penutup dinding. Perbedaanya adalah bagian permukaannya. Keramik yang untuk penutup lantai memiliki permukaan yang sedikit agak kasar dibanding yang untuk pentup dinding. Baca Juga : Aplikasi Semen Nat Keramik pada dinding dan lantai Sebagai penutup dinding : Bosan dengan tampilan cat? Ada alternatif baru dan menarik yang bisa anda coba. Gunakan keramik sebagai pengganti wallpaper dan cat dinding untuk menutupi dinding bangunan anda.Keuntungan menggunakan keramik sebagai penutup dinding adalah kesan clean yang jelas terlihat dari tampilannya. Selain itu jika ingin menggunakan motif tertentu pada dinding anda bisa memilih keramik dengan warna atau motif tertentu. Anda tidak perlu mengecatnya lagi sehingga hemat biaya. Jika dibanding pengaplikasian cat dan pemasangan wallpaper penggunaan keramik memang memakan biaya yang lebih besar. Namun rumah anda akan tampak sangat segar dan lebih unik. Ada beberapa tehnik menggunakan keramik sebagai penutup lantai:* Gunakan keramik sebagai border atau pembatas antara bagian atas dan bagian bawah permukaan dinding.*  Keramik dipakai seluruhnya sebagai finishing pada dinding. Baca Juga : Motif Lantai Granit Rumah Modern Sebagai Pelapis meja di dapur :  Keramik juga bisa digunakan sebagai pelapis meja dapur. Selain tahan terhadap potongan, irisan juga karena keramik sifatnya mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap bau.Alternatif penggunaan keramik sebagai pelapis meja dapur :* Hanya digunakan di permukaan atas meja* Digunakan pada sebagian permukaan atas bidang meja* Digunakan pada permukaan atas dan sisi sampingnya sumber : http://desainrumaharsitek77.com/

Fungsi Keramik sebagai Finishing Ruangan Read More »